Liputan6.com, Vladikaskav: Salju bisa menjadi kawan dan lawan tangguh yang bisa mematikan. Buktinya longsoran salju di kawasan Pegunungan Vladikavkaz, Rusia sejak Rabu silam mengakibatkan Terowongan Roksk tertutup. Tak pelak, sebanyak 150 orang yang tengah melalui terowongan itu terperangkap hidup-hidup. Untunglah peristiwa yang terjadi di dekat perbatasan dengan Georgia itu tak berlangsung lama. Sebab Kamis (22/02) kemarin, upaya pertolongan yang melibatkan sekitar 1.000 personel regu penolong berhasil mengeluarkan para korban dengan selamat.
Regu penolong itu sebagian besar terdiri dari Kementrian Penanggulangan Bencana Rusia. Upaya penyelamatan korban sempat terhambat lantaran guguran salju masih terus berjatuhan. Akibatnya, jalan keluar terowongan pun tertutup secara keseluruhan. Karena itu pada operasi penyelamatan lanjutan, pemerintah Rusia menambah jumlah personel tim penolong hingga mencapai seribu orang.
Dalam aksi penyelamatan, selain menggali timbunan longsor dari arah depan terowongan, regu penolong juga menembakkan meriam ke arah gunung. Targetnya, longsoran dari gunung dapat membawa serta timbunan salju di atas terowongan, dan mampu membuat celah. Aksi itu sukses.
Seluruh korban kemudian berhasil diselamatkan dan masih menjalani perawatan medis. Sebelumnya ke-150 orang yang terperangkap dalam terowongan sepanjang 1,6 kilometer harus bertahan di bawah suhu udara yang amat dingin. Mereka menyalakan mesin kendaraan sepanjang waktu agar tetap hangat.(BMI/Rya)
Regu penolong itu sebagian besar terdiri dari Kementrian Penanggulangan Bencana Rusia. Upaya penyelamatan korban sempat terhambat lantaran guguran salju masih terus berjatuhan. Akibatnya, jalan keluar terowongan pun tertutup secara keseluruhan. Karena itu pada operasi penyelamatan lanjutan, pemerintah Rusia menambah jumlah personel tim penolong hingga mencapai seribu orang.
Dalam aksi penyelamatan, selain menggali timbunan longsor dari arah depan terowongan, regu penolong juga menembakkan meriam ke arah gunung. Targetnya, longsoran dari gunung dapat membawa serta timbunan salju di atas terowongan, dan mampu membuat celah. Aksi itu sukses.
Seluruh korban kemudian berhasil diselamatkan dan masih menjalani perawatan medis. Sebelumnya ke-150 orang yang terperangkap dalam terowongan sepanjang 1,6 kilometer harus bertahan di bawah suhu udara yang amat dingin. Mereka menyalakan mesin kendaraan sepanjang waktu agar tetap hangat.(BMI/Rya)