Jenazah Hendro Jatmiko Dimakamkan

Jenazah mekanik Helikopter Bell 412, Hendro Jatmiko dimakamkan di TPU Cikutra Bandung. Sekjen Departemen Kehutanan juga sempat melakukan pemantauan lokasi jatuhnya pesawat.

oleh Liputan6Diterbitkan 23 Februari 2001, 06:47 WIB
Liputan6.com, Bandung: Suasana haru mengiringi pemakaman Jenazah Hendro Jatmiko, mekanik Helikopter Bell 412 yang jatuh di sekitar Gunung Burangrang 13 hari silam, di Taman Pemakaman Umum Cikutra Bandung, Jawa Barat, Kamis (22/2) siang. Namun sebelum dimakamkan, jenazah Hendro sempat disalatkan dan disemayamkan di aula PT Dirgantara Indonesia.

Putra kelima dari sembilan bersaudara yang tinggal di Pondok Timur Indah, Bekasi, ini meninggalkan istri, Siti Sarah dan dua orang putra, Yanu dan Ranti. Hendro yang dilahirkan di Blitar, Jawa Timur, 41 tahun silam itu adalah lulusan Sekolah Teknik Menengah Surabaya. Sebelum bekerja di Departemen Kehutanan, Hendro juga pernah bekerja di Industri Pesawat Terbang Nusantara dan PT Gatari.

Sementara itu, Kamis kemarin, Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan Soeripto juga sempat melakukan pemantauan langsung lewat udara ke lokasi jatuhnya pesawat. Menurut Soeripto, lambannya proses pencarian disebabkan karena lokasi pesawat selalu tertutup awan. Maklum, pesawat yang diawaki Pilot Boby Ishak, Co-Pilot Sucahyo Wahyu dan mekanik Hendro Jatmiko berada pada ketinggian 6.000 kaki.

Setelah melakukan pemantauan, Soeripto juga sempat berdialog dengan keluarga para korban. Ia menegaskan, sebelum mengalami kecelakaan pada 8 Februari 2001, ketiga korban baru saja melaksanakan tugas di Banjarmasin. Rencananya, ketiganya akan kembali ke Bandung melalui Surabaya, Semarang, dan Subang.

Sedangkan penyerahan ketiga jenazah kepada Direktur PT Trasindo dilakukan oleh Kepala Kepolisian Sektor Watayasa Purwakarta Inspektur Dua Arief Sutarto W.C, melalui upacara sederhana. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan. Menurut rencana, jenazah Sucahyo Wahyu akan dimakamkan di pemakaman keluaga di Bekasi. Sedangkan jenazah Hendro telah dimakamkan di TPU Cikutra, Bandung. Sementara jenazah Pilot Boby hingga Kamis sore masih diotopsi di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

Menurut Arief, proses evakuasi korban Helikopter Bell 412 bukanlah pekerjaan mudah. Maklum, selain kondisi jalan dan alam yang berat di kawasan Gunung Burangrang, tim evakuasi juga sempat kehilangan jejak menuju Desa Pasanggarahan. Akibat kondisi tersebut, proses evakuasi juga baru dapat dilakukan sekitar pukul 16.30 WIB. Bahkan, rute evakuasi sempat dialihkan melalui Bandung. Arief menegaskan, selain tim SAR Dirgantara Indonesia, proses evakuasi juga melibatkan masyarakat setempat.(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya