Liputan6.com, Baghdad: Pemenggalan kepala sandera yang ditawan pejuang Irak kembali terjadi di Baghdad pada Rabu (11/8) waktu setempat. Aksi pemenggalan seorang lelaki yang diklaim sebagai agen Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) tersebut diketahui lewat rekaman video, yang disebarluaskan melalui internet. Di leher sandera sengaja dituliskan papan bertuliskan agen CIA dalam bahasa Arab, beserta kartu tanda pengenal yang tak terbaca jelas.
Berbeda dengan aksi pemenggalan kepala sebelumnya, kali ini para penyandera tak memperkenalkan diri sama sekali. Bahkan, mereka tak membuat pernyataan politik apapun.
Pemenggalan para sandera yang berasal dari warga negara asing di luar Irak sudah terjadi beberapa kali. Sedikitnya sembilan orang dilaporkan tewas dengan kepala terpisah dari badan. Di antaranya adalah warga Amerika, Korea Selatan, dan Bulgaria [baca: Kim Sun-il Akhirnya Benar-Benar Dipenggal]. Sun-il dibunuh setelah pemerintah Korsel menyatakan tak mau menanggapi tuntutan untuk tak menempatkan pasukan di Irak.
Perlawanan gerilyawan Irak yang memprotes keberadaan Amerika di negerinya memang beragam. Maklum, aksi militer pasukan Negeri Paman Sam pun tak henti-hentinya digelar di Negeri 1001 Malam. Bahkan pada Rabu malam waktu setempat, serangan misil pasukan Amerika menghantam Kota Fallujah. Akibat insiden tersebut dilaporkan dua orang warga setempat tewas dan tiga lainnya luka-luka.
Sejumlah saksi mata menyebutkan, pesawat tempur pasukan Amerika menjatuhkan sebuah misil ke rumah warga yang disinyalir sebagai tempat persembunyian pejuang Irak di pinggiran Kota Fallujah. Selain rumah target utama, sejumlah bangunana di sekitar lokasi kejadian pun luluh lantak. Sejauh ini korban yang selamat telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
Insiden tersebut berlangsung hanya selang beberapa jam sebelum ajang baku tembk di Kota Najaf terjadi [baca: Pertempuran Masih Berlangsung di Najaf]. Pasukan imam Muqtada al Sadr mengklaim telah menghujani pasukan Amerika dengan mortir dalam pertempuran itu. Bentrokan senjata juga dilaporkan berkecamuk di Kota Kut.(BMI/Yes)
Berbeda dengan aksi pemenggalan kepala sebelumnya, kali ini para penyandera tak memperkenalkan diri sama sekali. Bahkan, mereka tak membuat pernyataan politik apapun.
Pemenggalan para sandera yang berasal dari warga negara asing di luar Irak sudah terjadi beberapa kali. Sedikitnya sembilan orang dilaporkan tewas dengan kepala terpisah dari badan. Di antaranya adalah warga Amerika, Korea Selatan, dan Bulgaria [baca: Kim Sun-il Akhirnya Benar-Benar Dipenggal]. Sun-il dibunuh setelah pemerintah Korsel menyatakan tak mau menanggapi tuntutan untuk tak menempatkan pasukan di Irak.
Perlawanan gerilyawan Irak yang memprotes keberadaan Amerika di negerinya memang beragam. Maklum, aksi militer pasukan Negeri Paman Sam pun tak henti-hentinya digelar di Negeri 1001 Malam. Bahkan pada Rabu malam waktu setempat, serangan misil pasukan Amerika menghantam Kota Fallujah. Akibat insiden tersebut dilaporkan dua orang warga setempat tewas dan tiga lainnya luka-luka.
Sejumlah saksi mata menyebutkan, pesawat tempur pasukan Amerika menjatuhkan sebuah misil ke rumah warga yang disinyalir sebagai tempat persembunyian pejuang Irak di pinggiran Kota Fallujah. Selain rumah target utama, sejumlah bangunana di sekitar lokasi kejadian pun luluh lantak. Sejauh ini korban yang selamat telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
Insiden tersebut berlangsung hanya selang beberapa jam sebelum ajang baku tembk di Kota Najaf terjadi [baca: Pertempuran Masih Berlangsung di Najaf]. Pasukan imam Muqtada al Sadr mengklaim telah menghujani pasukan Amerika dengan mortir dalam pertempuran itu. Bentrokan senjata juga dilaporkan berkecamuk di Kota Kut.(BMI/Yes)