Tradisi Telok Abang Mewarnai HUT RI

Tradisi menjual telur aneka warna atau telok abang kembali menyemarakkan HUT RI di Palembang, Sumatra Selatan. Di Madura, peringatan ulang tahun kemerdekaan Indonesia diramaikan dengan karapan kambing.

oleh Liputan6Diterbitkan 11 Agustus 2004, 14:46 WIB
Liputan6.com, Palembang: Tradisi menjual berbagai mainan kapal laut dan pesawat terbang terbuat dari kayu gabus yang dihiasi telur aneka rasa atau telok abang kembali menyemarakkan peringatan ulang tahun kemerdekaan Indonesia di Kota Palembang, Sumatra Selatan. Dari pemantauan SCTV hingga Rabu (11/8), penjual telok abang mulai bermunculan di pinggiran jalan di kota yang akan menjadi tuan rumah Pekan Olah Raga Nasional XVI itu. Biasanya, tradisi tersebut muncul sejak 1 Agustus hingga 18 Agustus.

Telok abang sebenarnya hanya telur biasa yang direbus dan diwarnai merah. Perajin menempatkan telok abang itu di bagian atas pesawat atau kapal yang terbuat dari kayu gabus. Harga satu paket pesawat dan kapal yang dilengkapi telok abang bervariasi antara lima ribu rupiah hingga Rp 25 ribu.

Selain telok abang, perajin makanan di Palembang juga menjual telur ukan dan telur pindang. Telur ukan yang berasa gurih dibuat dari kocokan telur bebek yang dicampur pandan, garam, dan gula. Adonan tersebut dimasukan kembali ke dalam cangkang telur untuk kemudian dikukus lalu ditutup dengan gabus.

Sementara itu, peringatan HUT ke-59 RI di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, diramaikan dengan berbagai lomba di antaranya adalah karapan kambing. Lomba tersebut selintas mirip dengan karapan sapi yang terkenal. Bedanya, selain jenis hewan yang dilombakan, karapan kambing tidak ditunggangi joki.

Sekitar 50 pasang kambing turut serta dalam karapan kambing yang dilaksanakan warga Kecamatan Kota, Sampang. Menurut salah peserta, kebanyakan kambing yang ikut dalam lomba tersebut adalah kambing betina dengan kaki lurus dan leher yang agak pendek. Itu dipilih karena kambing tersebut memiliki kecepatan lebih dibanding kambing lain.(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya