Liputan6.com, Tuban: Warga Tuban, Jawa Timur, kesulitan air bersih sejak awal Agustus silam. Dalam pengamatan SCTV, baru-baru ini, untuk mendapatkan air bersih sebanyak dua jeriken, mereka harus berjalan kaki selama tiga kilometer dan mengantre hingga 24 jam.
Sulitnya mendapatkan air bersih memaksa warga hanya dapat mandi dua kali sehari. Warga kini menuntut janji pemerintah daerah dan angota legislatif yang saat kampanye akan membuat sumur bor dan saluran air bersih.
Bencana kekeringan juga melanda warga Desa Jatisari, Situbondo, Jatim. Sejak dua pekan terakhir, daerah tersebut mengalami kesulitan air bersih. Akibatnya warga harus berjalan kaki sekitar lima kilometer untuk mendapatkan air bersih. Untuk mendapatkan 30 liter air, warga rela mengantre berjam-jam. Air tersebut digunakan untuk minum dan makan. Mereka mengaku jarang mandi karena terbatasnya air [baca: Kekeringan Melanda Situbondo].(YYT/Mohammad Khodim)
Sulitnya mendapatkan air bersih memaksa warga hanya dapat mandi dua kali sehari. Warga kini menuntut janji pemerintah daerah dan angota legislatif yang saat kampanye akan membuat sumur bor dan saluran air bersih.
Bencana kekeringan juga melanda warga Desa Jatisari, Situbondo, Jatim. Sejak dua pekan terakhir, daerah tersebut mengalami kesulitan air bersih. Akibatnya warga harus berjalan kaki sekitar lima kilometer untuk mendapatkan air bersih. Untuk mendapatkan 30 liter air, warga rela mengantre berjam-jam. Air tersebut digunakan untuk minum dan makan. Mereka mengaku jarang mandi karena terbatasnya air [baca: Kekeringan Melanda Situbondo].(YYT/Mohammad Khodim)