Latihan Tambahan, Performa Berbeda: Transformasi Noni Madueke di Arsenal

Noni Madueke menunjukkan perkembangan pesat bersama Arsenal pada 2026-27 melalui kreativitas, efektivitas, dan kontribusi penting di lini serang.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 08 November 2026, 11:36 WIB
Pemain Arsenal Noni Madueke melepaskan tembakan dalam laga Premier League antara Arsenal vs Hull City di London, Sabtu, 7 November 2026. (AP Photo/Alastair Grant)

Liputan6.com, Jakarta - Noni Madueke mulai memperlihatkan level permainan berbeda bersama Arsenal pada musim 2026-27. Winger berusia 24 tahun itu berkembang menjadi salah satu sumber kreativitas utama The Gunners, terutama setelah Bukayo Saka mengalami cedera.

Perkembangannya terlihat ketika Arsenal mengalahkan Hull City 1-0 di Emirates Stadium dalam lanjutan Premier League, Sabtu (7/11/2026) malam WIB. Martin Odegaard mencetak gol kemenangan pada menit ke-72 setelah memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Madueke yang berhasil ditepis Konstantinos Tzolakis.

Hasil tersebut mempertahankan posisi Arsenal di puncak klasemen. Akan tetapi, kontribusi Madueke dalam pertandingan itu memperlihatkan sesuatu yang lebih besar, yakni peningkatan kualitas permainan dan kematangannya dalam mengambil keputusan di lapangan.


Kesempatan Bermain Mengubah Performa Madueke

Pemain Arsenal Noni Madueke dan Martin Odegaard merayakan gol pertama dalam laga Premier League antara Arsenal vs Hull City di London, Sabtu, 7 November 2026. (AP Photo/Alastair Grant)

Madueke tampil sebagai salah satu pemain paling berbahaya Arsenal ketika menghadapi Hull City. Ia mencatatkan 13 sentuhan di kotak penalti lawan, terbanyak di antara pemain The Gunners dalam satu pertandingan Premier League musim ini.

Selain itu, ia membukukan delapan tembakan dan peluang tercipta serta lima dribel sukses. Kemampuannya menciptakan ancaman dari kedua sisi lapangan juga memberikan variasi dalam serangan Arsenal, mulai dari umpan silang menggunakan kaki kiri hingga umpan tarik dengan kaki kanan.

Perkembangan tersebut tidak terlepas dari responsnya ketika kesempatan bermain sempat terbatas. Setelah hanya menjadi starter dalam dua dari tujuh pertandingan awal Arsenal musim ini, Madueke memutuskan menjalani latihan tambahan secara mandiri selama jeda internasional.

Mikel Arteta mengapresiasi inisiatif tersebut karena memperlihatkan keseriusan sang pemain untuk berkembang. "Dia ingin melakukan lebih banyak. Dia pergi, mulai berlatih, dan menjadi Noni yang berbeda. Dia tidak mau menerima situasi tersebut begitu saja. Dia benar-benar serius. Sejak saat itu, dia tampil luar biasa," ujar Arteta.


Statistik Menunjukkan Peningkatan Signifikan

Gelandang Arsenal Inggris #20, Noni Madueke, dan gelandang Arsenal Jerman #29, Kai Havertz (kanan), bereaksi setelah keputusan VAR selama pertandingan Liga Inggris antara Arsenal dan Hull City di Stadion Emirates di London pada 7 November 2026. (Henry NICHOLLS/AFP)

Perubahan permainan Madueke juga terlihat melalui sejumlah indikator statistik. Rata-rata peluang yang diciptakannya meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan musim lalu, mencapai 3,57 per 90 menit. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di antara seluruh pemain Premier League.

Dalam statistik expected assists (xA), Madueke mencatatkan 0,32 per 90 menit. Catatan tersebut menempatkannya di belakang Phil Foden dan Jeremy Doku di antara pemain Manchester City.

Lanjut Baca:

Efektivitasnya ketika menguasai bola juga mengalami peningkatan. Persentase keberhasilan dribelnya naik dari 50 menjadi 55 persen, sedangkan akurasi operan meningkat dari 78 menjadi 87 persen. Kemampuannya mengirimkan umpan silang pun semakin baik. Persentase keberhasilan umpan silang dalam situasi permainan terbuka meningkat dari 14 menjadi 33 persen dibandingkan musim sebelumnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya