Bahlil Harga BBM Subsidi Tidak Naik Hingga 31 Desember 2026

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi tidak naik hingga 31 Desember 2026 sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 07 November 2026, 17:30 WIB
Pembeli BBM subsidi jenis Pertalite. (Dok Pertamina)

Liputan6.com, Jakarta - Kabar gembira menghampiri masyarakat pengguna bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga 31 Desember 2026, terlepas dari fluktuasi harga minyak mentah dunia.

Kepastian ini disampaikan menyusul arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto agar kebijakan di sektor energi tidak menambah beban perekonomian masyarakat penerima subsidi.

Hal tersebut ditegaskan Bahlil saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan DPD Partai Golkar Maluku di Ambon, Sabtu (7/11/2026).

"Subsidi BBM sekarang tidak kita naikkan. Mau berapa pun harga subsidi BBM, tetap harganya sama sampai dengan 31 Desember 2026. Jadi tidak ada kenaikan Bapak Ibu semua untuk subsidi BBM," tegas Bahlil.

Bahlil menjelaskan, Presiden Prabowo telah memerintahkannya untuk merumuskan formulasi kebijakan energi secara cermat agar kelompok masyarakat yang berhak mendapatkan subsidi tetap terlindungi dari lonjakan harga.

Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen mempertahankan alokasi subsidi BBM agar tarif di tingkat konsumen tetap stabil hingga penutupan tahun.

"Maka subsidi BBM sekarang tidak kita naikkan. Mau berapa pun harga subsidi BBM, tetap harganya sama sampai dengan 31 Desember 2026," pungkas Bahlil.

Arahan Prabowo: Harga Pertalite Tak Naik Hingga Akhir 2026

SPBU Pertamina. (Foto: Liputan6.com/Pramita)

Sebelumnya, Menteri Keuangan Suahasil Nazara memastikan ketersediaan volume Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, termasuk Pertalite, tetap aman untuk menjaga kebutuhan pasokan energi masyarakat. Pemerintah juga menegaskan tidak akan menaikkan harga BBM subsidi hingga akhir tahun 2026 sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Kalau untuk ketersediaan volume pasti kita pastikan aman," ujar Suahasil saat ditemui dalam ajang Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Pada kesempatan terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa stok Pertalite nasional saat ini berada di kisaran aman 16 hingga 18 hari. Pemerintah terus memperkuat rantai distribusi untuk menjaga kelancaran pasokan, terutama di wilayah yang memiliki kendala logistik.

Bahlil menekankan, pemerintah berkomitmen penuh menjaga stabilitas harga BBM subsidi meski harga minyak dunia tengah melonjak. Saat ini, harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) rata-rata menyentuh angka US$ 92 per barel, jauh melebihi asumsi dasar APBN sebesar US$ 70 per barel.

"Bapak Presiden sudah menginstruksikan kepada kami bahwa tidak boleh ada kenaikan harga BBM subsidi sampai akhir tahun," kata Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Senin (26/10/2026).

Respons Harga Minyak Global

Guna merespons lonjakan harga minyak global tersebut, pemerintah telah menyiapkan alokasi anggaran subsidi dan kompensasi energi yang lebih besar.

Sementara dari sisi teknis distribusi, pemerintah mengerahkan armada pengangkut BBM tambahan dan mengalihkan jalur pengiriman dari sungai ke darat di sejumlah wilayah yang terdampak pendangkalan alur perairan, seperti Kalimantan,Sulawesi, dan Sumatera.

Kombinasi antara jaminan pasokan dan kepastian harga ini menjadi bagian utama dari strategi pemerintah untuk menjaga daya beli serta akses energi masyarakat hingga penutupan tahun.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya