Liputan6.com, Jakarta - Permintaan terhadap stablecoin Tether (USDT) meningkat di Paraguay setelah Ueno Bank, salah satu bank digital yang digunakan lebih dari separuh penduduk dewasa di negara tersebut, mengalami kolaps.
Dalam data yang dibagikan pendukung Bitcoin, Samson Mow, di platform X, harga USDT naik dari sekitar 5.692 guarani pada 15 Oktober menjadi lebih dari 6.000 guarani pada 4 November.
Advertisement
Artinya, USDT menguat lebih dari 5 persen. Kenaikan ini juga dipengaruhi oleh melemahnya mata uang guarani terhadap dolar AS.
CEO Tether Paolo Ardoino menanggapi laporan meningkatnya permintaan USDT di Paraguay melalui unggahan singkat di X.
"Terbang menuju tempat yang aman," tulis Ardoino, dikutip dari CoinMarketCap, Sabtu (7/11/2026).
Bank sentral Paraguay mengambil alih penanganan Ueno Bank pada 3 November setelah menemukan rasio solvabilitas bank tersebut turun hingga kurang dari separuh batas minimum yang diwajibkan.
Akibatnya, aplikasi, kartu, dan layanan transfer bank tersebut tidak lagi beroperasi.
Ueno Bank mengklaim memiliki sekitar 2,9 juta nasabah atau lebih dari 60 persen penduduk dewasa Paraguay. Bank tersebut juga mengelola sekitar US$ 800 juta dana sektor publik, termasuk dana pensiun dan kesehatan.
Tidak Berdampak Sistemik
Associated Press melaporkan delapan orang yang terkait dengan bank tersebut telah ditangkap. Sementara itu, Presiden Bank Sentral Paraguay Carlos Carvallo mengundurkan diri.
Meski demikian, bank sentral menyebut kasus Ueno merupakan kejadian tersendiri dan bukan indikasi masalah yang lebih luas dalam sistem perbankan.
Pemerintah menjamin simpanan nasabah hingga 228,3 juta guarani atau sekitar US$ 36.000 per deposan. Pembayaran awal diprioritaskan bagi nasabah dengan simpanan hingga 10 juta guarani yang tidak memiliki utang kepada Ueno dan mempunyai rekening di bank lain.
Krisis ini juga berdampak politik. Presiden Santiago Peña mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis (5/11/2026), menjelang pemungutan suara pemakzulan di parlemen. Peña membantah melakukan pelanggaran.
Stablecoin seperti USDT menjadi alternatif karena dapat dimiliki tanpa rekening bank lokal. Namun, pengguna tetap menghadapi risiko dari penerbit dan platform penyimpanannya.