Marc Marquez Merasa Gelar Juara Dunia MotoGP 2026 Masih Jauh Meski Berpeluang di Qatar

Marc Marquez menilai persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026 masih terbuka lebar usai sesi latihan Qatar, meski ia berpeluang mengunci gelar di sana.

oleh ThomasDiterbitkan 07 November 2026, 07:05 WIB
Pembalap Spanyol dari Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, memasuki pit selama sesi latihan bebas pertama menjelang Grand Prix Moto GP Prancis di Le Mans, Prancis barat laut, pada 8 Mei 2026. (Loic VENANCE/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, menyatakan bahwa perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 masih jauh dari kata usai, meskipun ia memiliki peluang besar untuk mengunci titel di Grand Prix Qatar. Pernyataan ini disampaikan Marquez setelah sesi latihan bebas (Practice) di Sirkuit Internasional Lusail, Qatar, yang menunjukkan persaingan ketat dari para rivalnya.

Marquez saat ini memimpin klasemen sementara dengan koleksi 399 poin, setelah kemenangannya di MotoGP Malaysia. Untuk dapat mengamankan gelar juara dunia di Qatar, ia harus menciptakan selisih 74 poin dengan pembalap di peringkat kedua, baik itu Jorge Martin maupun Marco Bezzecchi, setelah balapan berakhir. Secara spesifik, Marquez perlu unggul 30 poin dari Jorge Martin dan 8 poin dari Marco Bezzecchi pada akhir pekan ini.

Di tengah upayanya memburu gelar, gelaran MotoGP Qatar 2026 juga diwarnai kekhawatiran keamanan akibat ketegangan di Timur Tengah. Marquez secara terbuka mengakui bahwa ia lebih memilih berada di tempat lain, namun profesionalismenya sebagai pembalap mengharuskannya hadir dan fokus pada balapan.


Tantangan di Sirkuit Lusail dan Performa Rival

Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, memacu motornya saat menjalani sesi balapan MotoGP Malaysia di Sirkuit Internasional Sepang, Sepang, Minggu (1/11/2026). (Mohd Rasfan/ AFP)

Marc Marquez memulai sesi latihan bebas pertama (FP1) di Qatar dengan performa impresif, memuncaki sesi tersebut dengan catatan waktu 1 menit 52,278 detik. Namun, sesi latihan Marquez tidak berjalan mulus sepenuhnya karena salah satu motornya mengalami masalah rantai putus. Ia bersyukur insiden tersebut terjadi saat sesi latihan dan bukan saat balapan.

Meskipun memimpin, Marquez tetap waspada terhadap kekuatan rival-rivalnya. Ia menyebut Marco Bezzecchi tampil sangat kuat dan membalap dengan baik, serta Jorge Martin yang juga menunjukkan performa bagus meskipun dalam kondisi cedera. "[Gelar juara dunia] memang terasa lebih dekat, tetapi masihlah jauh. Ada tiga balapan yang akan dimainkan, namun bakal banyak momen yang terjadi dan pada akhirnya mental kami, seperti yang kami tunjukkan di Malaysia, akan tetap sama," ujar Marquez. Ia menambahkan bahwa akhir pekan di Qatar akan "sulit" karena banyak pembalap yang cepat.


Kembalinya Jorge Martin dan Perjuangan di Klasemen

Jorge Martin, rival terdekat Marquez dalam perburuan gelar, kembali beraksi di MotoGP Qatar setelah sempat absen di Grand Prix Malaysia akibat cedera patah pergelangan tangan yang dialaminya di Australia. Ia telah dinyatakan fit untuk berkompetisi setelah melewati pemeriksaan medis pada Jumat pagi. Meski demikian, kondisi fisiknya belum 100%, sehingga timnya, Aprilia, bersikap hati-hati.

Lanjut Baca:

Dalam sesi FP1, Martin awalnya menempati posisi kelima, terpaut 0,734 detik dari Marquez. Martin sendiri menegaskan akan terus berjuang hingga peluangnya benar-benar habis. Untuk menjaga pertarungan gelar tetap hidup, Martin harus mencegah Marquez unggul 30 poin darinya pada akhir pekan ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya