Anggota DPR Dorong Ada Fitur Pembaca Layar agar Siswa Tunanetra Bisa Ujian Mandiri

Anggota Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih mendorong Kemendikdasmen sediakan screen reader saat TKA untuk siswa tunanetra.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 06 November 2026, 16:49 WIB
Siswa tunanetra (Foto: Boy Harjanto)

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyediakan fitur pembaca layar (screen reader) dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

“Penyediaan fitur tersebut agar siswa penyandang disabilitas netra dapat mengikuti ujian secara setara dan mandiri," ucap Fikri dikutip dari Antara, Jumat (6/11/2026).

Permintaan itu pun merupakan aspirasi dari para tunanetra, khususnya yang tergabung dalam Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pertuni 2026 di Jakarta, Kamis, 5 November 2026.

"Keputusan yang kita ambil hari ini bukan sekadar catatan rapat, melainkan amanah yang menuntut tanggung jawab penuh dari seluruh pengurus pusat hingga daerah. Waktunya beralih dari perencanaan menuju tindakan nyata,” kata Fikri saat menutup rakernas itu.

Fikri yang juga Dewan Pembina Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) mengatakan penyediaan fitur aksesibilitas dalam pelaksanaan TKA merupakan bagian dari upaya memastikan penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang setara dalam mengakses pendidikan.

Menurut dia, peserta didik tunanetra perlu mendapatkan dukungan teknologi yang memungkinkan mereka mengakses soal dan mengerjakan ujian secara mandiri tanpa bergantung pada bantuan orang lain.

Aksesibilitas di Literasi Digital hingga Perbankan

Selain akses pendidikan, Fikri juga menyoroti kebutuhan peningkatan aksesibilitas bagi tunanetra pada sektor literasi digital, olahraga, dan layanan perbankan. Di bidang literasi, ia mengharapkan Perpustakaan Nasional segera merealisasikan akses yang ramah bagi tunanetra pada aplikasi perpustakaan digital i-Pusnas.

Sementara pada sektor olahraga, ia mendorong Kementerian Pemuda dan Olahraga membuka ruang koordinasi dengan Pertuni untuk mendukung pembinaan atlet disabilitas netra yang telah berprestasi di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.

Kemudian pada sektor keuangan, Fikri berharap perbankan BUMN dapat menyederhanakan persyaratan administrasi untuk mengintegrasikan Kartu Tanda Anggota (KTA) Pertuni menjadi kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sebagai bagian dari penguatan inklusi keuangan.

Ia menegaskan aspirasi tersebut perlu dikawal melalui konsolidasi, implementasi, advokasi, dan apresiasi agar rekomendasi rakernas tidak berhenti sebagai dokumen organisasi.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya