Peruri Perkuat Sistem Digital untuk Kawal Subsidi BBM

Peruri hadirkan teknologi keamanan digital dan pelacakan transaksi untuk mengawal penyaluran subsidi BBM agar tepat sasaran.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 06 November 2026, 16:54 WIB
Direktur Utama Peruri Teguh Arief Indratmoko dalam Energy Leadership & Business Conference (ELBC) 2026 yang digelar ASPEBINDO di Gedung B.J. Habibie BRIN, Jakarta. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Di balik industri energi nasional, ada ancaman laten yang mengintai operasional harian, mulai dari manipulasi dokumen pertambangan, kebocoran data rantai pasok, penyimpangan distribusi subsidi BBM, hingga risiko serangan siber pada infrastruktur vital.

Situasi ini menegaskan bahwa keandalan sektor energi tak lagi cukup hanya bergantung pada ketersediaan barang dan infrastruktur fisik di lapangan. Sistem digital yang terpercaya kini menjadi syarat mutlak untuk menjaga akuntabilitas pengelolaan energi tanah air.

Isu krusial tersebut diangkat oleh Direktur Utama Peruri Teguh Arief Indratmoko saat berbicara dalam Energy Leadership & Business Conference (ELBC) 2026 yang digelar ASPEBINDO di Gedung B.J. Habibie BRIN, Jakarta, beberapa waktu lalu.

"Kedaulatan energi bertumpu pada pasokan, berakar pada kepercayaan digital. Di tengah semakin terhubungnya infrastruktur dan rantai pasok energi, kita harus memastikan bahwa setiap data, identitas, dokumen, dan transaksi memiliki tingkat keamanan serta integritas yang dapat dipertanggungjawabkan," kata Teguh dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (6/11/2026).

Sebagai BUMN yang bergerak di bidang teknologi keamanan, Peruri mengambil peran strategis sebagai penyedia infrastruktur kepercayaan digital (digital trust). Portofolio teknologi yang disiapkan mencakup identitas digital, sertifikat elektronik, autentikasi transaksi, hingga sistem ketertelusuran (traceability) digital.

Integrasi Teknologi

Direktur Utama Peruri Teguh Arief Indratmoko. (Istimewa)

Dalam pengelolaan energi nasional, integrasi teknologi ini memungkinkan setiap alur distribusi dapat dipantau dan diverifikasi secara presisi. Langkah ini krusial untuk memastikan bantuan subsidi energi jatuh ke tangan yang berhak sekaligus mencegah pemalsuan dokumen pada komoditas mineral dan batu bara. 

"Setiap liter bahan bakar harus dapat ditelusuri, setiap penerima subsidi harus dapat diverifikasi, dan meyakinkan setiap komoditas energi memiliki rekam jejak digital yang terpercaya. Prinsip yang sama juga berlaku dalam pengembangan energi hijau, di mana data emisi, sertifikasi, dan transaksi karbon harus dapat dibuktikan secara transparan," ujar Teguh.

Melalui dorongan kolaborasi lintas sektor ini, Peruri berupaya membangun ekosistem digital yang transparan dan efisien—memastikan setiap transaksi dan dokumen komoditas energi Indonesia memiliki integritas tinggi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya