Liputan6.com, Jakarta - HP Nokia lawas, khususnya Nokia 3310, dikenal memiliki daya tahan yang membuatnya sulit rusak meski terjatuh berulang kali. Berbeda dari HP modern yang memiliki layar kaca besar, HP klasik ini mengandalkan konstruksi fisik yang lebih sederhana.
Dikutip dari BGR, Minggu (8/11/2026), ketahanan HP Nokia lawas tidak lepas dari material dan bentuk bodinya. Perangkat klasik tersebut menggunakan plastik tebal yang cukup fleksibel untuk meredam benturan ketika terjatuh.
Advertisement
Material polimer pada bagian luar memungkinkan cangkang HP sedikit melentur saat membentur permukaan keras. Sifat ini membantu menyerap sebagian energi benturan sehingga bodi tidak mudah retak.
Sebaliknya, HP modern umumnya menggunakan kombinasi panel kaca besar dan bingkai logam yang lebih kaku. Ketika terjatuh, benturan bisa diteruskan ke bagian layar yang rentan mengalami kerusakan.
Ukuran layar juga menjadi salah satu faktor pembeda. Nokia klasik memiliki layar monokrom berukuran kecil yang posisinya agak masuk ke dalam bodi dan dilindungi lapisan plastik tebal.
Konstruksi ini membuat area layar yang berisiko terkena benturan menjadi lebih kecil. Sementara itu, layar sentuh HP modern membentang hampir memenuhi seluruh bagian depan sehingga memiliki area permukaan kaca yang lebih luas.
Faktor lainnya adalah konstruksi modular. Saat terjatuh, HP Nokia lawas bisa terurai menjadi tiga bagian, yakni bodi utama, penutup belakang, dan baterai.
Bagian yang terlepas membantu menyebarkan energi benturan. Pengguna hanya perlu memasang kembali komponen yang terpisah sebelum menyalakan HP dan menggunakannya seperti biasa.
Desain HP Modern Punya Konsekuensi
HP masa kini lebih mengutamakan bodi tipis, layar besar, dan ketahanan terhadap air. Produsen menggunakan perekat kuat untuk menyatukan berbagai komponen agar perangkat memiliki konstruksi yang rapat.
Namun, susunan tersebut membuat komponen tidak mudah terlepas atau bergeser ketika HP terjatuh. Akibatnya, energi benturan bisa diteruskan ke bagian lain, termasuk layar kaca yang rentan pecah.
Meski menawarkan kemampuan digital jauh lebih canggih, HP modern mengusung prioritas desain yang berbeda dari Nokia klasik.
HP lawas mengandalkan konstruksi sederhana untuk menghadapi benturan, sedangkan perangkat masa kini harus menyeimbangkan desain, fitur, dan perlindungan fisik.