Pemerintah Bahas Skema WFA saat Momen Natal dan Tahun Baru

Menhub Dudy Purwagandhi telah memberikan usulan tanggal untuk pelaksanaan Work From Anywhere (WFA).

oleh Arief Rahman HakimDiterbitkan 06 November 2026, 14:00 WIB
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi dan Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli melakukan pertemuan membahas kesiapan Nataru 2026/2027.(Foto: Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi dan Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli membahas skema work from anywhere (WFA) menjelang masa angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). WFA saat Nataru dinilai memberikan fleksibilitas bagi masyarakat.

"Kami berdiskusi beberapa hal khususnya terkait dengan kesiapan Nataru 2026/2027 dan berkaitan dengan work from anywhere (WFA). Karena ini terkait dengan ketenagakerjaan, kami merasa perlu berdiskusi dengan beliau," kata Dudy dalam keterangan resmi, Jumat (6/11/2026).

Adapun, Dudy telah mengusulkan pelaksanaan WFA pada tanggal-tanggal tertentu untuk mengurai kepadatan mobilitas masyarakat pada saat libur Natal dan Tahun Baru. Dudy juga menyampaikan evaluasi pelaksanakan angkutan Nataru 2025/2026 sebagai bahan perbaikan pelayanan ke depan.

Keduanya juga diketahui mendiskusikan kerja sama peningkatan keselamatan transportasi. Dalam berbagai kesempatan, Dudy telah menekankan sejumlah upaya dalam meningkatkan keselamatan transportasi, baik melalui kebijakan maupun pengawasan di lapangan.

"Kampanye keselamatan perlu kami sinergikan antara Kementerian Perhubungan dengan Kementerian Ketenagakerjaan. Alhamdulillah diskusi cukup baik dan saya senang sekali kegiatan ini terus kita tingkatkan dengan sinergi dua kementerian yang berlangsung baik," imbuh Dudy.

Kemenhub merencanakan Posko Terpadu Angkutan Nataru 2026/2027 pada 18 Desember 2026 hingga 6 Januari 2027 selama 20 hari. Posko ini akan menjadi sarana koordinasi dan pemantauan kondisi transportasi secara terpadu bersama stakeholder, sehingga potensi gangguan dapat diantisipasi dan ditangani secara cepat.

 

Periksa Kelaikan Kapal

Kapal Pelni KM Dobonsolo yang membawa peserta Mudik Gratis Sepeda Motor sesaat sebelum bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (14/4/2024). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi angkutan laut Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027. Persiapan meliputi pemeriksaan 2.140 kapal, penguatan fasilitas pelabuhan, penambahan armada, hingga pengawasan keselamatan guna mengantisipasi lonjakan penumpang selama libur akhir tahun.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Samsuddin mengatakan, persiapan penyelenggaraan angkutan laut dan penyeberangan terus dimatangkan.

"Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus mematangkan persiapan penyelenggaraan angkutan laut dan penyeberangan menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027," kata Samsuddin dikutip dari Antara, Kamis (5/11/2026).

Keselamatan Jadi Prioritas

Menurut dia, keselamatan menjadi prioritas utama mengingat mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat selama periode tersebut.

Sebagai langkah konkret, Ditjen Perhubungan Laut akan melakukan uji kelaiklautan terhadap 2.140 kapal pada 1-30 November 2026.

Pemeriksaan mencakup peralatan keselamatan dan pemadam kebakaran, jalur evakuasi, kondisi mesin, sistem navigasi, serta kesiapan awak kapal menghadapi keadaan darurat.

Pelaksanaan latihan keselamatan (safety drill) dan pemeriksaan mandiri (self inspection) juga diperkuat. “Tidak boleh ada kompromi terhadap aspek keselamatan," katanya menegaskan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya