Liputan6.com, Jakarta - Suarez Lathif Anugerah dari Lumba-Lumba Swimming Centre mencatat tonggak baru di Indonesia Open Aquatic Championships (IOAC) 2026. Berlaga di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/11/2026), ia memecahkan rekor nasional 200 meter gaya bebas putra KU 3 dengan waktu 1 menit 59,79 detik.
Catatan tersebut mempertajam rekor sebelumnya yang bertahan di angka 2 menit 00,59 detik. Pencapaian ini hadir pada hari kedua kejuaraan dan menjadi sorotan di ajang yang mempertemukan talenta terbaik renang tanah air.
Advertisement
Sehari sebelumnya, Suarez juga menorehkan rekor nasional di nomor 50 meter gaya kupu-kupu KU 3. Dua rekor dalam dua hari menegaskan kapasitasnya di panggung Akuatik Indonesia.
Latihan Dua Provinsi, Fokus 200 Meter Bebas
Usai lomba, Suarez membeberkan persiapan yang mengantar performanya konsisten sejak hari pertama IOAC 2026. Ia menyebut program latihan dijalankan lintas wilayah untuk menjaga ritme.
"Persiapan sih latihan di dua provinsi dan persiapan khusus di kancah akuatik. Kalau latihan khusus tidak ada, hanya latihan rutin pagi dan sore seperti biasa," ujar Suarez.
Suarez mengakui sejak awal ia menargetkan nomor utama 200 meter gaya bebas putra. Fokus tersebut menjadi pegangan saat mengelola beban lomba di tengah jadwal padat.
Adapun rekor di 50 meter gaya kupu-kupu lahir dari pembacaan situasi di arena. Ia melihat peluang saat kompetisi berlangsung dan mampu mengonversinya menjadi catatan terbaik nasional pada nomor tersebut.
Persaingan IOAC 2026 Kian Ketat
Meski sudah mengamankan dua rekor nasional, agenda Suarez di IOAC 2026 belum selesai. Ia memastikan masih akan tampil pada nomor lain di hari berikutnya untuk menambah koleksi hasil.
"Masih ada nomor yang diikuti besok, mungkin target selanjutnya di 100 meter gaya kupu-kupu," kata Suarez mengenai agenda perlombaan yang akan dihadapinya.
Berbicara soal peta kompetisi, Suarez menilai persaingan tahun ini lebih ketat dibanding edisi-edisi sebelumnya. Persiapan matang para atlet membuat selisih waktu finis antarpeserta kian tipis.
"Persaingan makin ketat, soalnya bukan hanya saya yang latihan keras, mereka juga latihan. Banyak perenang lain yang menempel ketat catatan waktunya," ungkapnya.
Menjawab pertanyaan mengenai target jangka panjang dan kualifikasi kejuaraan 2027, atlet muda ini memilih tetap membumi. Ia fokus menuntaskan setiap nomor yang ada di depan mata tanpa menambah beban di luar perlombaan.