Jawaban Pihak Ruben Onsu soal Ancaman Kehilangan Pekerjaan karena Diboikot

Minola Sebayang menanggapi ancaman boikot Ruben Onsu di Trans TV. Kuasa hukum sebut kliennya tak takut kehilangan pekerjaan dan percaya rezeki sudah diatur.

oleh Renisya Satya PutriDiterbitkan 05 November 2026, 19:47 WIB
Ruben Onsu (KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi)

Liputan6.com, Jakarta - Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang menegaskan bahwa kliennya tidak takut kehilangan pekerjaan setelah didemo di depan gedung Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2026). Menurutnya, Ruben tetap menjalani kegiatannya seperti biasa.

Aksi itu digelar massa dari Aliansi Mahasiswa Penjaga Moral. Massa meminta Trans TV mempertimbangkan pemboikotan Ruben karena ia masih mengisi salah satu program di stasiun televisi tersebut.

Di lokasi, massa membakar ban di depan gerbang dan membawa spanduk berisi seruan boikot. Soal ancaman kehilangan pekerjaan, pihak Ruben menjawabnya dengan menyinggung soal rezeki.

"Ya, apapun yang ada bersama kita kan itu titipan, kapanpun bisa diambil. Ya, pekerjaan kita, kapanpun bisa diambil," ujar Minola saat ditemui di kantornya, Kamis (5/11/2026).

"Kapanpun kita bisa kehilangan pekerjaan, kapanpun kita bisa mendapatkan pekerjaan. Jadi artinya kalau misalnya kita ketakutan dengan hal-hal yang tidak pasti seperti itu, maka hidup kita akan penuh dengan ketakutan," sambungnya.


Komentar Soal Kehilangan Pekerjaan

Boikot Ruben Onsu (KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi)

Pihak Ruben meyakini semuanya sudah ada yang mengatur. Ia pun menilai kehilangan pekerjaan bukan akhir dari segalanya.

"Jadi sudah ada yang ngatur. Jadi kalau memang misalnya rezeki itu adalah rezeki Ruben, maka dia tidak akan pernah kehilangan pekerjaan itu. Kalaupun dia kehilangan pekerjaan itu, berarti Tuhan sudah punya rencana lain untuk rezeki Ruben di tempat yang lain," katanya.


Kebebasan Menyampaikan Pendapat

Pihak Ruben juga tidak mempersoalkan adanya aksi tersebut. Ia menyebut penyampaian pendapat boleh dilakukan selama sesuai aturan.

"Ya, ini kan negara demokrasi. Ya sepanjang dilakukan dengan aturan yang ada dalam menyampaikan pendapat, ya silakan saja, kan begitu," tuturnya.


Tudingan Dugaan LGBT

Dalam aksi itu, massa juga menyampaikan tudingan soal dugaan LGBT yang ditujukan kepada Ruben. Tudingan tersebut disampaikan massa dan belum ada keterangan resmi yang membenarkannya. Hingga kini tanggapan Trans TV belum ada.


Pesan dari Pihak Ruben Onsu

Pihak Ruben menutup dengan pesan bagi siapa pun yang membuat orang lain kehilangan pekerjaan.

"Tapi ingat, orang yang menzalimi orang lain dan membuat orang lain kehilangan kesempatan dan pekerjaan dengan alasan apapun, dia juga kan pasti akan mendapatkan balasan," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya