Ekonomi Bali-Nusa Tenggara Tumbuh Tertinggi di Kuartal III 2026

BPS mencatat seluruh wilayah Indonesia tumbuh positif pada kuartal III 2026. Bali-Nusa Tenggara mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 6,08 persen.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 05 November 2026, 11:55 WIB
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud, dalam rilis Pertumbuhan Ekonomi, Kamis (6/11/2026). BPS mencatat pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia berada di zona positif pada kuartal III 2026. (Liputan6.com/Tira)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia berada di zona positif pada kuartal III 2026. Secara spasial, kawasan Bali dan Nusa Tenggara membukukan laju pertumbuhan tertinggi dibandingkan wilayah lainnya di Tanah Air.

"Secara spasial, ekonomi tetap tumbuh di seluruh wilayah Indonesia. Wilayah Bali dan Nusa Tenggara menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang tertinggi pada kuartal III 2026 dibandingkan kuartal III tahun 2025," ungkap Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Berdasarkan data BPS, di tengah laju pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,47 persen pada kuartal III 2026, ekonomi kawasan Bali dan Nusa Tenggara mampu melesat hingga 6,08 persen secara tahunan (year-on-year/yoy)—berada jauh di atas rerata nasional.

Mengikuti di posisi berikutnya, wilayah Jawa mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,84 persen (yoy), meningkat signifikan dari capaian periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 5,17 persen.

Sementara itu, ekonomi wilayah Sulawesi tumbuh solid 5,68 persen, meski sedikit melambat jika dibandingkan pertumbuhan kuartal III 2025 yang tercatat 5,84 persen.

"Ekonomi wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Jawa, serta Sulawesi tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional," kata Edy.

Di wilayah lain, perekonomian Sumatera tercatat tumbuh 4,95 persen (yoy), menguat tipis dari posisi 4,90 persen pada kuartal III 2025. Pertumbuhan akseleratif juga terjadi di wilayah Maluku dan Papua yang mencapai 4,42 persen (yoy), melompat dari posisi 3,11 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Adapun ekonomi wilayah Kalimantan mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,96 persen pada kuartal III 2026, melambat dibandingkan capaian kuartal III 2025 yang menyentuh angka 4,68 persen.

 

Pulau Jawa Tetap Mendominasi Perekonomian Nasional

Pemandangan gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan di Jakarta. BPS mencatat pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia berada di zona positif pada kuartal III 2026. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Kendati Bali dan Nusa Tenggara mencatatkan pertumbuhan tertinggi, dari sisi kue distribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, Pulau Jawa masih menjadi motor utama perekonomian Indonesia.

BPS mencatat Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB nasional, yakni mencapai 56,05 persen.

"Kontribusi wilayah Jawa terhadap PDB pada kuartal III 2026 masih yang tertinggi sebesar 56,05 persen, disusul kemudian oleh wilayah Sumatera yang memberikan kontribusi sebesar 22,55 persen," pungkas Edy.

Sementara itu, Kalimantan menempati posisi ketiga penyumbang PDB terbesar dengan porsi 8,25 persen, diikuti Sulawesi sebesar 7,49 persen. Adapun wilayah Maluku dan Papua menyumbang 2,84 persen, serta kawasan Bali dan Nusa Tenggara berkontribusi sebesar 2,82 persen terhadap total perekonomian nasional.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya