Rekomendasi Saham 5 November 2026: BRMS, HRTA, INCO,AMMN, CPIN, IATA

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak di kisaran 4.800-4.970 pada perdagangan saham Kamis, (5/11/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 05 November 2026, 09:47 WIB
Gerak saham di papan elektronik di Gedung BEI (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada perdagangan saham Kamis, (5/11/2026). Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup naik 0,32% disertai dengan aksi beli asing Rp 265 miliar saham pada perdagangan saham Rabu, 4 November 2026. Saham-saham yang paling banyak dibeli asing antara lain saham BBCA, ANTM, ASII, TINS dan TLKM.

“IHSG berpotensi kembali melemah sepanjang belum break resistance di 4.950-4.970,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 4.800-4.850 dan level resistance 4.950-4.970.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), dan PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari BNI Sekuritas

Trading Idea hari ini: BRMS, HRTA, INCO, AMMN, CPIN, dan IATA

  • BRMS Spec Buy dengan area beli di 300-308, cutloss di bawah 298. Target dekat di 318-328.
  • HRTA Spec Buy dengan area beli di 1.320-1.370, cutloss di bawah 1.310. Target dekat di 1.420-1.450.
  • INCO Buy if Break 3.130, dengan target dekat di .3270-3.300. Cutloss di bawah 3.030.
  • AMMN Spec Buy dengan area beli di 3.320-3.380, cutloss di bawah 3.300. Target dekat di 3.420-3.560.
  • CPIN Spec Buy dengan area beli di 2.370, cutloss di bawah 2.330. Target dekat di 2.450-2.500.
  •  IATA Buy on Weakness dengan area beli di 65-70, cutloss di bawah 65. Target dekat di 73-75.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 4 November 2026

Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah menghijau pada penutupan perdagangan saham Rabu, (4/11/2026). IHSG hari ini kembali ke 4.900 di tengah mayoritas sektor saham yang melemah dan posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 18.159.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 0,32% menjadi 4.919,76. Indeks saham LQ45 menanjak 0,80% menjadi 501,23. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, pergerakan IHSG sejalan dengan analisis yang disampaikan pada Rabu pagi di mana terdapat adanya potensi technical rebound dalam jangka pendek. "Di sisi lain, penguatan IHSG terjadi di tengah gejolak politik dalam negeri serta pasar yang menanti pengumuman MSCI bulan ini, di samping itu besok akan terdapat rilis data GDP Indonesia,” ujar Herditya saat dihubungi Liputan6.com.

 

Sektor Saham

Pekerja mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026. (KLY/ Arie Basuki)

Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 4.921,13 dan terendah 4.824,36. Sebanyak 439 saham melemah sehingga bebani IHSG. 190 saham menguat dan 88 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.228.826 kali dengan volume perdagangan saham 26,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 10,8 triliun. Sementara itu, dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di 18.159.

Di tengah IHSG yang berbalik arah menguat, mayoritas sektor saham tertekan. Sektor saham teknologi melemah 1,53%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi turun 1,51%, sektor saham industri turun 0,18%, sektor saham consumer siklikal merosot 1,38%.

Lalu sektor saham kesehatan tergelincir 0,31%, sektor saham properti terpangkas 0,67%, sektor saham infrastruktur susut 0,25% dan sektor saham transportasi melemah 0,51%.

Di sisi lain, sektor saham basic menguat 0,91%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham consumer nonsiklikal menanjak 0,22% dan sektor saham keuangan bertambah 0,17%.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya