Liputan6.com, Jakarta - PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) akan menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) IV atau rights issue. Perseroan menerbitkan maksimal 7,87 miliar saham dengan nilai nominal Rp 50 per saham yang dananya dipakai untuk akuisisi sahm Frisian Flag Indonesia.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis,(5/11/2026), dalam pelaksanan rights issue ini, setiap pemegang 15.200 saham lama berhak atas 11.517 HMETD. Satu HMETD dapat dipakai untuk membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 2.150 per saham. Target perolehan dana dari rights issue sekitar Rp 16,93 triliun.
Advertisement
Perseroan akan memakai dana hasil rights issue sekitar 86,01% untuk mengambilalih 100% dari seluruh modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh Frisian Flag Indonesia atau sejumlah 24.440 lembar saham senilai Rp 14,56 triliun. Sisanya dalam penyetoran tunai yang akan digunakan Perseroan untuk modal kerja.
Transaksi pengambilalihan seluruh saham FFI dari pemegang saham FFI melalui mekanisme penyetoran 100% saham FFI oleh pemegang saham FFI ke dalam Perseroan sebagai setoran modal ke dalam Perseroan dalam bentuk uang selain uang atau inbreng.
Tiga pihak yang akan melaksanakan seluruh HMETD ULTJ yakni Friesland Campina International Holding B.V (FCIH), Blue Waves Group Ventures Pte Ltd (BWG), dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa (BWI). Tiga pihak itu akan menyetor saham FFI dengan rincian:
FCIH akan melaksanakan seluruh HMETD hasil pengalihan dengan menyetor dalam bentuk selain uang (inbreng) berupa 19.084 lembar saham FFI atau setara dengan 78,09% dari modal ditempatkan dan disetor FFI.
BWG juga akan melaksanakan seluruh HMETD hasil pengalihan dengan menyetor dalam bentuk selain uang atau inbreng berupa 4.134 lembar saham FFI atau setara 16,91% dari modal ditempatkan dan disetor FFI.
BWI juga akan melaksanakan seluruh HMETD hasil pengalihan dengan menyetor dalam bentuk selain uang atau inbreng berupa 1.222 saham FFI atau setara 5% dari modal ditempatkan dan disetor FFI.
Bagi pemegang saham yang tidak memakai haknya untuk melaksanakan HMETD akan mengalami penurunan persentase kepemilikan atau dilusi maksimal 43,115.
Pelaksanaan Rights Issue dan Inbreng
Saat pelaksanaan right issue ini, pemegang saham utama sekaligus pemegang saham pengendali Perseroan Sabana Prawirawidjaja (SPW) yang memiliki 5,52 miliar saham atau 53,17% sebelum rights issue dan berhak atas 4,18 miliar saham akan mengalihkan seluruh HMETD yang menjadi haknya kepada FCIH.
Selain itu, PT Prawirawidjaja Prakarsa (PPP) sebagai pemegang saham utama Perseroan yang memiliki 2,47 miliar saham atau 23,78% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan dan berhak atas 1,87 miliar saham dalam HMETD akan mengalihkan seluruh HMETD yang menjadi haknya dengan rincian antara lain 1,14 miliar saham kepada BWG, sebanyak 388,14 juta saham kepada FCIH dan sebanyak 338,83 juta saham kepada BWI.
Pemegang saham lainnya yakni Samudera Prawirawidjaja (SAP), Suhendra Prawirawidjaja (SUP), Nila S (NIS), dan Lili Melati (LIM) akan mengalihkan seluruh HMETD yang menjadi haknya kepada FCIH.
Perseroan juga akan menerbitkan 6,77 miliar saham baru yang diperlukan untuk pelaksanaan rencana inbreng kepada FCIH, BWG dan BWI.
Perseroan mengungkapkan alasan untuk mengambilalih seluruh saham FFI merupakan peluang yang diharapkan mendukung kapabilitas operasinal dan keuangan Perseroan, memperluas penawaran produk, mendukung pertumbuhan dan memberikan kontribusi terhadap penciptaan nilai jangka panjang bagi Perseroan dan pemegang saham.
“Pengambilalihan FFI oleh Perseroan diharapkan dapat mempertemukan kapabilitas yang saling melengkapi dalam industri susu Indonesia,” demikian mengutip prospektus singkat Perseroan.
Gelar RUPSLB
Untuk melaksanakan aksi korporasi ini, Perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 6 November 2026. Sejumlan agenda RUPSLB itu antara lain:
1.Persetujuan peningkatan modal ditempatkan dan modal disetorperseroan melalui rights issue
2.Persetujuan atas pengambilalihan 24.440 saham atau setara 100% kepemilikan saham PT Frisian Flag Indonesia milik FrieslandCampina International Holding BV, Blue Waves Group Ventures Pte Ltd dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa.
3.Perubahan susunan direksi dan dewan komisaris Perseroan.
4.Persetujuan penggunaan sebagian dari saldo laba ditahan Perseroan untuk dibagikan sebagai tambahan dividen tunai final
5.Persetujuan perubahan dan pernyataan kembali anggaran dasar perseroan