Liputan6.com, Jakarta - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) menyampaikan pengalihan saham kepada PT Danantara Asset Management. Pengalihan saham ini dilakukan untuk restrukturisasi dan penyehatan grup Garuda.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, (5/11/2026), PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) mengumumkan pengalihan kepemilikan 82.100.173.900 saham seri B atas nama PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) (API) kepada PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau Injourney. Hal ini berdasarkan akta pemindahan ha katas saham PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk Nomor 01 pada 2 November 2026 dibuat di hadapan notaris Desman di Jakarta. Kemudian saham itu dialihkan kepada PT Danantara Asset Management berdasarkan akta pemindahan hak atas saham Nomor 2 Tanggal 2 November di hadapan notaris Desman. Jumlah saham yang dialihkan itu setara 65,77%.
Advertisement
"Keduanya merupakan pengalihan saham dalam rangka restrukturisasi dan penyehatan Garuda Group,” tulis Direktur Utama Garuda Maintenance Facility Aero Asia, Andi Fahrurrozi dalam keterbukaan informasi BEI.
Pengalihan saham itu dilakukan sebagai transaksi dividen in specie yang merupakan pengalihan saham Perseroan dengan transaksi di luar BEI melalui Free of Payment (FOP). Hal ini seperti diatur dalam Peraturan KSEI Nomor V-D tentang instruksi pemindahbukuan efek tanpa pembayaran dana di system C-Best KSEI.
Setelah transaksi, pemegang saham Perseroan antara lain PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebesar 27,44%, PT Aero Wisara sebesar 0,275, PT Danantara Asset Management sebesar 65,77%, kepemilikan saham lain dengan kepemilikan kurang dari 5% sebesar 6,52%.
"Perubahan pemegang saham tersebut di atas yang dilaksanakan dalam rangka restrukturisasi dan penyehatan Garuda Group serta tidak mengubah pengendalian dalam Perseroan di mana pemerintah Republik Indonesia melalui BP BUMN adalah merupakan pengendali secara tidak langsung dalam perseroan,” demikian dalam keterbukaan informasi BEI.
Pemegang Saham Setuju Penghapusan Saldo Negatif GMFI
Sebelumnya, pemegang saham PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) menyepakati kuasi reorganisasi untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan. Langkah tersebut dinilai jadi bagian penguatan bisnis ke depan.
Hal tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dihadiri oleh 117.160.915.458 suara atau sebesar 93,8524235% dari total saham dengan hak suara yang sah. Persetujuan tersebut mencakup dua mata acara, yaitu pelaksanaan kuasi reorganisasi beserta pengurangan modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor penuh melalui penurunan nilai nominal saham, serta perubahan Anggaran Dasar Perseroan.
"Kuasi reorganisasi merupakan bagian dari proses penguatan struktur permodalan setelah Perseroan berhasil mencatatkan pemulihan kinerja dan profitabilitas secara konsisten beberapa tahun terakhir. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas keuangan Perseroan untuk mendukung ekspansi bisnis dan pertumbuhan jangka panjang,” ujar Direktur Utama GMFI, Andi Fahrurrozi, dalam keterangan resmi, Selasa (28/7/2026).
Kuasi reorganisasi merupakan langkah administratif dan akuntansi yang dilakukan untuk menata kembali struktur ekuitas Perseroan melalui penghapusan saldo laba negatif (retained earnings deficit) yang berasal dari akumulasi kerugian masa lalu. Pelaksanaan kuasi reorganisasi tidak melibatkan setoran dana baru dari pemegang saham, tidak mengubah komposisi kepemilikan saham, dan tidak menimbulkan dilusi bagi pemegang saham.
Mengacu pada laporan keuangan auditan Perseroan per 31 Januari 2026, saldo laba negatif GMFI tercatat sebesar US$ 512,9 juta atau Rp 9,27 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.080). Penghapusan saldo laba negatif tersebut akan dilakukan melalui penggunaan agio saham sebesar US$ 299,6 juta atau Rp 5,41 triliun, selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali sebesar US$ 1,1 juta atau Rp 19,8 miliar, serta penurunan nilai nominal saham tanpa mengurangi jumlah saham yang beredar sebesar US$ 212,2 juta atau Rp 3,83 triliun.
Alasan Kuasi Reorganisasi
Andi menambahkan kuasi reorganisasi akan menjadi landasan penting bagi Perseroan untuk mempercepat berbagai inisiatif pertumbuhan.
“Dengan struktur permodalan yang lebih sehat, Perseroan memiliki ruang yang lebih besar untuk memperkuat ketahanan finansial, meningkatkan daya tarik terhadap investor dan mitra strategis, serta mendukung berbagai inisiatif ekspansi yang tengah dijalankan,” tambah Andi.
Pelaksanaan kuasi reorganisasi juga telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan regulator, termasuk ketentuan mengenai profitabilitas dan prospek usaha.
Pemberitahuan Kreditur
Setelah memperoleh persetujuan RUPSLB, Perseroan akan melanjutkan tahapan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk masa pemberitahuan kepada kreditur selama 60 hari.
Dalam hal tidak terdapat keberatan, Perseroan akan melanjutkan proses untuk memperoleh persetujuan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia sebelum kuasi reorganisasi dapat efektif dilaksanakan.
"Kuasi reorganisasi menjadi fondasi penting bagi transformasi GMFI menuju pertumbuhan yang berkelanjutan. Dengan fundamental operasional yang semakin kokoh dan arah bisnis yang semakin jelas, kami optimis dapat terus mengukuhkan posisi GMFI sebagai penyedia solusi MRO terintegrasi yang berdaya saing global," tutur Andi.