Puncak Stupa Kuil di Chiang Mai Runtuh, Ini yang Perlu Diperhatikan Wisatawan

Chedi yang menjadi bagian penting dari kehidupan spiritual masyarakat Chiang Mai mengalami kerusakan setelah hujan deras diduga melemahkan strukturnya.

oleh Dia FatimahDiterbitkan 04 November 2026, 14:00 WIB
Suasana kuil Buddha dan kawasan wisata religi di Chiang Mai, Thailand. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Liputan6.com, Jakarta - Bagian puncak stupa di Wat Mai Nong Hoi, Distrik Doi Lo, Chiang Mai, Thailand, runtuh pada Selasa pagi, 3 November 2026. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.45 waktu setempat itu membuat material bangunan berjatuhan di sekitar dasar stupa.

Pemerintah setempat langsung membatasi akses ke area terdampak untuk mencegah pengunjung mendekati lokasi yang masih berisiko. Rekaman kamera pengawas (CCTV) dari kawasan sekitar menangkap detik-detik keruntuhan.

Video yang dibagikan melalui akun resmi pemerintah daerah memperlihatkan bagian atas stupa mulai ambruk setelah terdengar suara retakan. Sejumlah orang yang berada tidak jauh dari lokasi tampak terkejut saat material bangunan jatuh.

Bata dan mortar kemudian terlihat berserakan di sekitar bagian bawah bangunan, melansir The Thaiger, Rabu (4/11/2026). Kantor Kepala Biksu Wilayah 7 mengeluarkan pemberitahuan darurat setelah kejadian tersebut.

Laporan lembaga keagamaan itu menyebut bagian atas phra that di Wat Mai Nong Hoi mengalami kerusakan. Phra that merupakan sebutan yang digunakan masyarakat setempat untuk stupa atau bangunan yang berkaitan dengan peninggalan suci Buddha.

Pemerintah daerah meminta masyarakat tidak memasuki area yang telah dipasangi pembatas, lapor The Nation Thailand. Tidak ada laporan korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Informasi itu disampaikan sejumlah media Thailand setelah petugas memeriksa lokasi. Aparat tetap menutup perimeter karena bagian struktur yang masih berdiri perlu diperiksa sebelum kawasan dapat diakses kembali, menurut Thairath English.

 

Pemeriksaan Lapangan

Suasana kuil Buddha dan kawasan wisata religi di Chiang Mai, Thailand. (Photo: Peter Borter/Unsplash)

Wali Kota Santisuk, Watcharaphong Wannamai, menginstruksikan petugas memasang pita pengaman dan barikade di sekitar bangunan. Pemerintah daerah juga melakukan pendataan kerusakan dan berkoordinasi dengan instansi yang menangani benda purbakala, serta tenaga teknik.

Pemeriksaan lapangan melibatkan Kantor Pencegahan dan Mitigasi Bencana Provinsi Chiang Mai, kantor distrik Doi Lo, Kantor Urusan Buddha, Departemen Seni Rupa Thailand, unsur militer pembangunan, pemerintah kota Santisuk, serta aparat administrasi setempat.

Tim tersebut meninjau kondisi bangunan dan mengumpulkan informasi untuk menentukan penanganan berikutnya. Pemerintah provinsi juga berkoordinasi dengan kantor pekerjaan umum dan tata kota serta bagian teknik pemerintah kota guna melakukan survei struktur.

Kepala Kantor Pencegahan dan Mitigasi Bencana Provinsi Chiang Mai, Watthana Sakorn, menyampaikan bahwa hujan deras pada malam sebelum kejadian menjadi salah satu dugaan awal penyebab keruntuhan. Air diduga tertahan dalam struktur stupa dalam waktu cukup lama.

Penelusuran Penyebab Keruntuhan

Suasana kuil Buddha dan kawasan wisata religi di Chiang Mai, Thailand. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Kondisi itu diperkirakan membuat tanah di bagian dalam melemah hingga tidak mampu menopang bagian atas bangunan. Dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan teknis untuk memastikan penyebab keruntuhan.

Petugas belum menyampaikan jadwal pembukaan kembali area yang ditutup. Wisatawan yang berencana mengunjungi Wat Mai Nong Hoi perlu memeriksa informasi terbaru dari pemerintah daerah atau pengelola kuil sebelum berangkat.

Pengunjung sebaiknya tidak melewati pita pengaman, barikade, atau tanda larangan yang dipasang di sekitar stupa. Wisatawan juga perlu menghindari kegiatan mengambil foto dari jarak dekat bila harus melewati batas pengamanan.

Jangan menyentuh puing, memindahkan material, atau berdiri di bawah bagian bangunan yang terlihat retak. Pengunjung dapat mengikuti arahan petugas yang berjaga di lokasi.

Jika area utama kuil masih menerima pengunjung, akses ke bagian lain tetap perlu mengikuti ketentuan yang ditetapkan pengelola. Belum ada keterangan yang memastikan seluruh kompleks Wat Mai Nong Hoi ditutup untuk umum.

 

 

Aturan Kunjungan

Suasana kuil Buddha dan kawasan wisata religi di Chiang Mai, Thailand. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Wat Mai Nong Hoi berdiri pada 1989 atas inisiatif warga setempat sebagai tempat ibadah dan kegiatan masyarakat. Stupa di kompleks kuil tersebut menjadi lokasi umat Buddha berdoa dan melakukan kegiatan keagamaan.

Pemerintah setempat memperkirakan pembangunan ulang stupa membutuhkan anggaran sekitar 20 juta baht atau Rp 9 miliar pada tahun depan. Pembangunan akan mempertahankan bentuk bangunan sebelumnya, meski jadwal pengerjaan belum ditetapkan karena pemeriksaan struktur masih berlangsung.

Wisatawan yang mengunjungi kuil-kuil di Thailand juga perlu mematuhi aturan setempat. Pengunjung dianjurkan mengenakan pakaian yang menutupi bahu dan lutut, melepas alas kaki sebelum memasuki ruang ibadah, serta menjaga ketenangan. Perhatikan pula larangan mengambil foto di area tertentu dan ikuti petunjuk pengelola kuil.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya