Liputan6.com, Jakarta - Salah satu pendiri sekaligus mantan CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ) mengatakan, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mempercepat serangan siber. Ia menilai, perusahaan harus berinvestasi dalam pertahanan berbasis AI, tenaga keamanan, serta menjamim kemitraan dengan penyedia layanan keamanan berasis AI di tengah serangan terhadap kripto.
Mengutip the block, Rabu (4/11/2026), Zhao mengungkapkan, ancaman ini tidak hanya berdmapak pada perusahaan secara individu, tetapi juga meluas ke industri kripto secara keseluruhan dan sistem keuangan global. Hal ini mengingat keterkaitan kripto dengan stablecoin, saham dalam bentuk token, aset serta sistem keuangan tradisional.
Advertisement
“Kecepatan peretasan akan meningkat karena kemampuan AI yang kini sangat kuat. Pada saat yang sama, kita juga harus memanfaatkan AI untuk pertahanan. Satu-satunya cara untuk melawan monster adalah dengan menjadi monster itu sendiri,” kata dia.
Pernyataan CZ ini muncul di tengah serangkaian insiden keamanan di industri kripto, termasuk peretasan melibatkan artificial intelligence (AI) di perusahaan analisis blockchain Chainalysis, serta insidemen keamanan senilai US$ 46 juta di bursa kripto Mercado Bitcoin.
Zhao menuturkan, ia mengetahui insiden tersebut sekitar tengah malam waktu Uni Emirat Arab. Ia kemudian berfokus untuk berkomunikasi dengan komunitas, sementara tim Binance berupaya menangani serangan tersebut dan melindungi para pengguna.
Menurut dia, kondisi pasar yang relatif tenang serta arus masuk dana bersih (net inflows) yang terjadi setelahnya merupakan hasil dari respons perusahaan, kapasitas finansial, dan kepercayaan pengguna. Ia menegaskan, insiden keamanan sebenarnya dapat dicegah dengan upaya dan perhatian yang memadai. CZ memperingatkan agar organisasi tidak lengah atau merasa terlalu aman.
CZ Serukan Kolaborasi Keamanan
Sebelumnya pada Selasa, Binance mengungkapkan peretas menggunakan modus wawancara kerja palsu untuk menyusup ke komputer seorang karyawan, lalu memanfaatkan perangkat AI internal perusahaan tersebut untuk melancarkan serangan. Pihak bursa juga menyatakan telah mendeteksi dan mencegah 57 ancaman siber yang diduga terkait dengan Korea Utara.
CZ menyerukan kolaborasi keamanan di seluruh industri. Zhao mengusulkan pembentukan aliansi industri untuk berbagi pembelajaran dan praktik terbaik, melakukan audit silang, serta mempercepat proses pembekuan dana hasil curian. Ia memandang keamanan sebagai sebuah proses berkelanjutan, bukan sekadar pencapaian yang harus dirampungkan sebelum adopsi teknologi dilakukan.
"Sebagai sebuah industri, saya mendorong pembentukan aliansi keamanan. Tujuannya agar kita bisa saling belajar dari kesalahan masing-masing, berbagi praktik terbaik, melakukan audit silang, serta saling membantu dalam membekukan dana secara cepat jika terjadi insiden, dan sebagainya,” ujar dia.
CZ Sebut Peretasan Kripto Berdampak ke Ekonomi
Zhao mengatakan belum berbicara dengan Presiden Donald Trump maupun pejabat AS lainnya mengenai insiden tersebut, tetapi Binance dan industri kripto secara luas akan menyambut baik bantuan dari pemerintah. Trump sendiri menyatakan, pihak AS sedang "mempelajari masalah ini."
"Dampak buruk terhadap kripto dalam skala seperti ini akan menimbulkan konsekuensi ekonomi nyata di sektor lain," ujar Zhao.
"Jadi, kita tidak bisa sekadar mengatakan, 'Ini hanyalah masalah spesifik untuk satu sektor atau satu perusahaan tertentu,” ia menambahkan.
Ia menuturkan, dampaknya meluas ke perusahaan tersebut, industri terkait, hingga sistem keuangan global. Semuanya saling terhubung, dan mengingat besarnya dampak yang ditimbulkan, hal ini jelas sudah menyentuh ranah keamanan nasional.
Zhao mengungkapkan optimismenya kecerdasan buatan (AI) dapat membantu mengidentifikasi kerentanan perangkat lunak dan memperkuat pertahanan, sementara teknologi blockchain dapat mendukung transaksi yang lebih cepat dengan dukungan dari AI.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.