IHSG Dibuka Anjlok ke 4.856, Seluruh Sektor Saham Tertekan

Mengekor bursa Asia, IHSG dibuka anjlok pada Rabu (4/11/2026). Sektor bahan baku mencatat pelemahan terbesar hingga 13,78 persen.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 04 November 2026, 09:15 WIB
Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.(Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan saham Rabu (4/11/2026). Pergerakan IHSG hari ini seirama dengan bursa saham Asia yang cenderung tertekan.

Berdasarkan data RTI, IHSG dibuka langsung merosot ke level 4.856,96 dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya di angka 4.904,28. Pada pukul 09.06 WIB, IHSG masih tertahan di zona merah dengan koreksi 1,33% ke level 4.836,90.

Memasuki pukul 09.10 WIB, IHSG terus mengalami tekanan dengan pelemahan 1,32% ke posisi 4.843,32. Indeks saham LQ45 juga ikut terkikis 0,99% ke level 492,25. Praktis, seluruh indeks saham acuan kompak tertekan pada awal perdagangan.

Pada awal sesi I, IHSG sempat menyentuh level tertingginya di 4.885,00 dan level terendah di 4.824,36. Sebanyak 475 saham melemah sehingga memberatkan pergerakan IHSG. Sementara itu, 81 saham menguat dan 98 saham stagnan.

Total frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 152.971 kali dengan volume transaksi mencapai 3,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham berada di kisaran Rp 1,3 triliun. Adapun posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah berada di kisaran Rp 18.097.

Dari sisi sektoral, seluruh sektor saham kompak memerah. Sektor bahan baku (basic materials) memimpin penurunan setelah anjlok 13,78% dan menjadi penyumbang pelemahan terbesar. Disusul kemudian oleh sektor energi yang melemah 3,21%, serta sektor industri yang susut 2,63%.

Bursa Asia bergerak melemah pada awal perdagangan Rabu (4/11/2026), di tengah perhatian investor terhadap hasil pemilu paruh waktu Amerika Serikat (AS).

Kontrak berjangka indeks S&P 500 turun 0,3%, setelah sebelumnya sempat menguat 0,5%. Kontrak Nasdaq 100 juga terkoreksi 0,6%.

Sementara itu, indeks MSCI Asia Pacific melemah 0,2%. Namun, indeks Kospi Korea Selatan justru melonjak 1%.

Prediksi IHSG Hari Ini

Karyawan melintasi layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.(BAY ISMOYO/AFP)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Rabu, (4/11/2026). IHSG hari ini berpotensi turun ke 4.763-4.845. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG berbalik melemah 3,78% ke 4.904, dan telah menembus level support 4.907 pada perdagangan saham Selasa, 3 November 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, tren turun IHSG masih berlanjut. Ia mengatakan, posisi IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [v] sehingga dapat dicermati area koreksi berikutnya pada rentang 4.763-4.845. Namun, ia juga melihat ada potensi kenaikan IHSG secara teknikal.

“Tidak menutup kemungkinan akan ada peluang technical rebound 4.908-4.914,” ujar Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 4.847,4.763 dan level resistance 5.143,5.247 pada perdagangan saham Rabu pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan resistance 4.815-5.185.

Dalam riset itu menyebutkan, dalam jangka pendek, volatilitas diperkirakan masih berlanjut seiring ketidakpastian geopolitik global dan proses reformasi struktural pasar modal yang berpotensi memicu penyesuaian portofolio investor. Namun, prediksi pertumbuhan ekonomi 5,4%-5,5% pada 2026 menjadi sentimen positif bagi pasar terutama apabila didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi dan belanja pemerintah.

Meski demikian, optimisme itu belum tentu langsung tercermin pada penguatan IHSG karena pasar saham masih dibayangi risiko arus modal keluar, pelemahan rupiah dan ketidakpastian terkait reformasi pasar modal dan evaluasi MSCI.

"Selain itu, situasi dan kondisi politik dalam negeri juga masih dalam keadaan carut marut sehingga memberikan rasa kekhawatiran bagi pelaku pasar dan investor,” demikian mengutip riset Pilarmas Investindo Sekuritas.

Seiring hal itu, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG dalam jangka pendek masih cenderung volatile dan sensitif terhadap sentimen global dan kebijakan domestik.

"Investor perlu mencermati perkembangan arus dana asing dan konsistensi pertumbuhan ekonomi karena keduanya akan menjadi faktor penting dalam menentukan pemulihan kepercayaan pasar,” demikian mengutip keterangan resmi riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya