Liputan6.com, Jakarta - PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) membagikan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp 127,05 miliar. Pemegang saham akan mendapatkan dividen interim Rp 3,8 persen.
Perseroan membagikan dividen interim 2026 sesuai keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris pada 2 November 2026.
Advertisement
Pembagian dividen interim 2026 tersebut mempertimbangkan data keuangan per 30 September 2026 antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk Rp 705,56 miliar, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 3,22 triliun dan total ekuitas sebesar Rp 4,85 triliun.
Berikut jadwal pembagian dividen interim 2026:
- Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 11 November 2026
- Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 12 November 2026
- Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 13 November 2026
- Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 16 November 2026
- Tanggal daftar pemegang saham (DPS) berhak atas dividen tunai pada 13 November 2026, waktu:16.00
- Tanggal pembayaran dividen pada 1 Desember 2026
Harga saham MIDI ditutup stagnan di Rp 258 per saham. Harga saham MIDI dibuka naik dua poin menjadi Rp 260 per saham. Saham MIDI berada di level tertinggi Rp 268 dan terendah Rp 242 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 1.994 kali dengan volume perdagangan saham 137.418 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 3,5 miliar.
Sementara itu, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam. IHSG merosot 3,78% menjadi 4.904,28. Indeks saham LQ45 terpangkas 3,98% menjadi 497,26. Seluruh indeks saham acuan tertekan.
Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 5.143,58 dan level terendah 4.895,59. Sebanyak 624 saham melemah sehingga bebani IHSG. 57 saham menguat dan 37 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.387.578 kali dengan volume perdagangan saham 27,2 miliar saham. Nilai transaksi Rp 11,7 triliun.