Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI membatalkan rencana perubahan nama sejumlah Kereta Api (KA) Jarak Jauh dalam Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026. Nama-nama kereta yang sudah familier di masyarakat dipastikan tetap dipertahankan meski terdapat penyesuaian jadwal perjalanan.
VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengungkapkan alasan awal di balik rencana peleburan nama beberapa KA yang melayani relasi perjalanan sama. Menurutnya, langkah tersebut mulanya dirancang untuk penyederhanaan (simplification) relasi perjalanan.
Advertisement
"Jadi sebenarnya tidak diubah, tetapi ada beberapa kereta yang memang digabungkan untuk simplify, di mana sebenarnya kita melihat ada penambahan kereta supaya tidak perlu menambah nama baru ketika menambah armada," kata Anne dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Namun, usai menyerap masukan dari masyarakat, KAI menyadari bahwa nama kereta bukan sekadar identitas operasional, melainkan memiliki ikatan emosional dan nilai sejarah yang kuat bagi para pengguna jasa.
Oleh karena itu, terhitung sejak Senin (2/11/2026) malam, KAI memutuskan untuk mengembalikan seluruh nama lama kereta untuk jadwal perjalanan setelah 1 Desember 2026.
"Banyak sekali masukan yang memiliki hubungan sangat erat dengan layanan, operasi, maupun sejarah perkeretaapian ini. Sehingga, kami memutuskan untuk mengembalikannya ke nama semula," jelas Anne.
Anne mengingatkan bahwa Gapeka 2026 yang akan berlaku mulai bulan depan mengedepankan efisiensi relasi perjalanan antar-kota.
"Jadi, yang perlu dipahami dari Gapeka adalah melihat relasi keretanya terlebih dahulu dari mana ke mana, baru kemudian kita bisa memilih layanan kereta berdasarkan namanya," ungkapnya.
Perubahan Nama Sempat Muncul di Aplikasi
Sebelumnya, KAI berencana meluncurkan Gapeka 2026 pada 1 Desember 2026 dengan melebur sejumlah nama Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ). Perubahan ini sempat terlihat pada pemesanan tiket di aplikasi Access by KAI untuk keberangkatan 1 Desember 2026.
Berdasarkan pantauan Liputan6.com, KA Sembrani dan KA Argo Anjasmoro relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi sempat berubah nama menjadi KA Anggrek. Begitu pula dengan KA Gumarang dan KA Kertajaya yang sempat dilebur menggunakan nama KA Dharmawangsa.
Namun, pada pengecekan terbaru Selasa (3/11/2026) pagi, nama-nama lama tersebut sudah muncul kembali dalam sistem pemesanan tiket aplikasi Access by KAI. KA Sembrani, KA Argo Anjasmoro, KA Gumarang, dan KA Kertajaya kembali melayani relasi asal masing-masing, seperti Surabaya Pasar Turi–Pasar Senen.
Sebagai informasi, selain penyesuaian nama dan jadwal perjalanan, penerapan Gapeka 2026 juga mencakup penambahan stasiun pemberhentian pada beberapa koridor KA Jarak Jauh.
Rencana peleburan nama ini sebelumnya sempat menjadi sorotan publik di media sosial X. Akun @ArgoThrotle menyoroti kembalinya nama-nama lama kereta, sementara akun @Seeyoga memberikan masukan terkait pentingnya standardisasi sarana terlebih dahulu jika ada rencana penyatuan nama layanan di masa depan.