Liputan6.com, London - Sebuah pesawat Wizz Air yang terbang dari Bandara London Luton, Inggris, menuju Sofia, Bulgaria, dikawal jet tempur Hungaria menuju Budapest setelah menerima ancaman bom di tengah penerbangan.
Dikutip dari BBC, Selasa (3/11/2026), pesawat tersebut terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Budapest Liszt Ferenc, Hungaria.
Advertisement
Juru bicara Wizz Air mengatakan, otoritas setempat langsung melakukan pemeriksaan keamanan terhadap pesawat dan seluruh penumpang.
Maskapai tersebut kemudian mengonfirmasi bahwa pemeriksaan telah selesai dilakukan dan tidak ditemukan benda mencurigakan. Pesawat dijadwalkan kembali melanjutkan penerbangan dalam waktu dekat.
Menteri Pertahanan Hungaria Romulusz Ruszin-Szendis mengonfirmasi bahwa negaranya mengerahkan jet tempur untuk mengawal pesawat tersebut.
Berdasarkan data situs pelacak penerbangan FlightAware, pesawat Wizz Air dengan nomor penerbangan 4302 lepas landas dari Bandara London Luton pada pukul 08.33 GMT. Pesawat itu dijadwalkan tiba di ibu kota Bulgaria pada pukul 13.25 waktu setempat atau 11.25 GMT.
Namun, pesawat tersebut justru mendarat di Budapest pada pukul 12.09 waktu setempat atau 11.09 GMT.
Dalam unggahan di media sosial, Ruszin-Szendis mengatakan pesawat Wizz Air meminta izin untuk mendarat di bandara Budapest setelah menerima ancaman bom.
"Dalam hitungan menit, sebuah jet tempur Gripen milik Angkatan Pertahanan Hungaria mengudara dan mengawal pesawat penumpang tersebut," ujarnya.
Setelah mengawal pesawat, jet tempur itu kembali ke pangkalannya. Sementara itu, kepolisian mengambil alih penanganan insiden tersebut.
Wizz Air menjelaskan, setelah melakukan pendaratan darurat, pesawat meluncur menuju area parkir yang telah ditentukan untuk menjalani pemeriksaan keamanan.
Maskapai tersebut menyatakan bekerja sama sepenuhnya dengan otoritas terkait dalam menangani insiden itu. Wizz Air juga menegaskan keselamatan penumpang dan awak pesawat tetap menjadi prioritas utama.