Panjat Tebing Absen di SEA Games 2027, Ini Respons FPTI

SEAGF menetapkan 43 cabor dan 473 nomor untuk SEA Games 2027 di Malaysia tanpa panjat tebing. PP FPTI menyebut peluang emas Indonesia akan berkurang.

oleh Yus Mei SawitriDiterbitkan 03 November 2026, 13:27 WIB
Atlet panjat tebing Indonesia, Aditya Tri Syahria, saat tampil di ajang Asian Games 2026. (NOC Indonesia)

Liputan6.com, Jakarta - Panjat tebing tidak dipertandingkan pada SEA Games 2027 di Malaysia. Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) menyayangkan keputusan itu karena dinilai memangkas peluang kontingen Merah Putih menambah emas.

Sekretaris Umum PP FPTI Wahyu Pristiawan Buntoro menilai dampaknya tidak semata bagi cabang panjat tebing, melainkan berimbas pada akumulasi medali Indonesia secara keseluruhan.

"Ini bukan soal untung rugi bagi panjat tebing, yang pasti perolehan medali Indonesia akan berkurang tanpa cabor panjat tebing di SEA Games 2027," kata Pristiawan dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin, seperti dikutip dari Antara.

Panjat tebing tidak tercantum dalam daftar 43 cabang olahraga dengan total 473 nomor yang ditetapkan Komite Eksekutif Federasi Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEAGF) untuk edisi 2027.

FPTI menyebut keputusan itu mengejutkan mengingat Indonesia memiliki rekam jejak kuat pada dua edisi SEA Games yang pernah mempertandingkan panjat tebing.


Rekam Jejak Panjat Tebing Indonesia di SEA Games

Atlet panjat tebing Indonesia, Puja Lestari dengan medali emas yang diraih di SEA Games 2025. Bola.com melakukan sesi wawancara dengan Puja di lokasi Pelatnas Panjat Tebing di Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat pada Rabu (14/1/2026). (Bola.com/Nur Iman Ali)

Pada SEA Games 2011 di Jakarta–Palembang, tim panjat tebing Indonesia merebut sembilan medali emas dari total 10 nomor yang dipertandingkan.

Di SEA Games Thailand 2025, panjat tebing menyumbang empat emas dan tiga perak untuk kontingen Indonesia.

Empat emas pada 2025 diraih atlet-atlet muda: Ardana Cikal Damarwulan (lead putra), Alma Ariella Tsany (lead putri), Antasyafi Robby Al Hilmi (speed perorangan putra), dan Puja Lestari (speed perorangan putri).

FPTI mencatat Ardana dan Alma masih berada di kelompok usia di bawah 17 tahun (U17), sedangkan Antasyafi dan Puja masuk kategori usia di bawah 19 tahun (U19).

Menurut Pristiawan, SEA Games selama ini menjadi salah satu wadah penting FPTI untuk mengasah atlet muda sebelum naik ke level lebih tinggi seperti Asian Games dan Olimpiade.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya