MNC Bank Kantongi Laba Bersih Rp 46,63 Miliar

PT Bank MNC Internasional Tbk mencatat pendapatan turun 11,33% dan laba merosot 22,78% hingga September 2026.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 03 November 2026, 12:29 WIB
Ilustrasi Laporan Keuangan, Laba, Rugi. Foto: Freepik/mindandi

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) mencatat penurunan pendapatan dan laba pada periode Januari-September 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (3/11/2026), PT Bank MNC Internasional Tbk meraup pendapatan bunga bersih turun 11,33% menjadi Rp 364,07 miliar hingga September 2026. Pada periode sama tahun sebelumnya, Perseroan mencatat pendapatan bunga bersih Rp 410,61 miliar.

Hingga September 2026, Perseroan mencatat pendapatan bunga naik 0,57% menjadi Rp 1,12 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,11 triliun. Provisi dan komisi kredit naik 0,41% menjadi Rp 36,89 miliar dari September 2025 sebesar Rp 36,74 miliar. Dengan demikian, jumlah pendapatan bunga menguat 0,56% menjadi Rp 1,15 triliun hingga September 2026.

Dari sisi beban operasional, Perseroan mencatat kenaikan beban umum dan administrasi 5,03% menjadi Rp 203,60 miliar hingga kuartal III 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 193,34 miliar.

Beban tenaga kerja naik 5,72% menjadi Rp 177,34 miliar hingga September 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 167,74 miliar. Beban pensiun dan imbalan pasca kerja turun 1,3% menjadi Rp 7,1 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 7,2 mliar. Beban lainnya turun menjadi Rp 36,72 miliar hingga September 2026 dari September 2025 sebesar Rp 37,34 miliar.

Seiring hal itu, laba operasional Perseroan turun 25,68% menjadi Rp 52,42 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 70,54 miliar.

Perseroan mencatat laba bersih periode berjalan merosot 22,78% dari Rp 60,39 miliar menjadi Rp 46,63 miliar hingga September 2026. Perseroan mencatat laba per saham dilusi turun menjadi Rp 1,05 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,25.

 

 

Aset Perseroan

Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Perseroan mencatat aset turun menjadi Rp 18,78 triliun hingga 30 September 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 20,27 triliun. Kredit Perseroan naik menjadi Rp 12,01 triliun hingga 30 September 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 11,61 triliun.

Berdasarkan data RTI, pada penutupan perdagangan saham sesi pertama, saham BABP stagnan di Rp 21 per saham. Harga saham BABP berada di level tertinggi Rp 27 dan terendah Rp 21 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.510 kali dengan volume perdagangan saham 436.212 saham. Nilai transaksi harian Rp 1 miliar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya