Terungkap, 3 Pembalap MotoGP yang Mau Berlomba di Qatar

MotoGP Qatar 2026 berlangsung di tengah panasnya situasi Timur Tengah.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 02 November 2026, 19:40 WIB
Alex Marquez, Marc Marquez, dan Marco Bezzecchi bersikap terkait MotoGP Qatar 2026. (Lillian SUWANRUMPHA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Situasi penyelenggaraan MotoGP Qatar 2026 semakin memanas. Ketidakpastian terkait keamanan balapan di Sirkuit Lusail memicu perbedaan sikap di antara para pembalap, tim, dan pihak penyelenggara.

Sebanyak 19 pembalap MotoGP dilaporkan telah menandatangani surat yang ditujukan kepada MotoGP Group pada Minggu (1/11/2026). Dalam surat tersebut, mereka mendesak pihak penyelenggara untuk bertanggung jawab penuh apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan selama MotoGP Qatar berlangsung. Jika tidak, mereka meminta agar balapan dibatalkan.

Namun, permintaan tersebut dikabarkan belum mendapatkan tanggapan. Situasi semakin berkembang setelah Yamaha mengumumkan keputusan mundur dari MotoGP Qatar dengan alasan mengikuti rekomendasi perjalanan internal perusahaan.

Keputusan Yamaha itu membuat MotoGP mengancam akan memberikan sanksi olahraga karena dianggap melanggar kesepakatan dengan pihak penyelenggara. Para pembalap juga telah diperingatkan mengenai kemungkinan hukuman apabila memutuskan memboikot balapan.


Tiga Pembalap Tak Ikut Menandatangani Surat

Ai Ogura. (MOHD RASFAN/AFP)

Di tengah polemik tersebut, muncul informasi mengenai tiga pembalap yang tidak ikut membubuhkan tanda tangan dalam surat desakan pembatalan MotoGP Qatar.

Jurnalis asal Spanyol, Mela Chercoles, menyebut ketiga pembalap tersebut adalah Marco Bezzecchi, Ai Ogura, dan Johann Zarco.

Meski demikian, belum diketahui secara pasti alasan ketiganya tidak ikut menandatangani surat tersebut. Chercoles juga mengungkapkan bahwa sembilan dari 19 pembalap yang sebelumnya menandatangani surat telah menyampaikan kepada tim masing-masing bahwa mereka tetap akan berangkat ke Qatar.

Di sisi lain, Jorge Martin termasuk dalam daftar 19 pembalap yang menandatangani surat kepada pihak penyelenggara. Hal ini cukup menjadi sorotan mengingat Martin memiliki kepentingan besar untuk balapan di Qatar tetap berlangsung.

Pasalnya, dia tengah terlibat persaingan gelar juara dunia dan tertinggal 44 poin dari pemuncak klasemen.

 


Marquez Bersaudara Vokal

Setelah musim lalu diwarnai dominasi dengan raihan 545 poin oleh Marc Marquez, kini seluruh pembalap kembali memulai dari nol. Tampak dalam foto, pembalap Spanyol dari tim BK8 Gresini Racing, Alex Marquez (kiri) dan pembalap Spanyol dari tim Ducati Lenovo Team, Marc Marquez berpose bersama saat sesi foto grup di Sirkuit Internasional Buriram, Thailand pada Kamis 26 Februari 2026. (Lillian SUWANRUMPHA/AFP)

Dua pembalap yang cukup vokal dalam menyikapi situasi MotoGP Qatar adalah Marc Marquez dan Alex Marquez.

Alex Marquez, yang dipastikan absen dari untuk menjalani operasi bahu, memberikan komentar kepada TNT Sports. Ia menilai keputusan untuk tidak hadir di Lusail merupakan langkah yang tepat.

Ia juga menyinggung kehadiran Carlos Ezpeleta di Qatar pada pekan tersebut. Menurut informasi yang diterimanya, pihak penyelenggara menyatakan situasi di sana aman.

Di sisi lain, Marc Marquez memilih lebih berhati-hati ketika dimintai pendapat mengenai polemik tersebut.

Pembalap yang berpeluang mengunci gelar juara dunia pada akhir pekan MotoGP Qatar itu hanya memberikan jawaban singkat.

"Ini bukan sesuatu yang berada di tangan kami, tetapi saya tidak ingin memberikan pendapat," kata Marc.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya