Liputan6.com, Jakarta - Layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater menawarkan kemudahan bagi masyarakat untuk membeli barang sekarang dan membiayainya secara bertahap. Namun, kemudahan tersebut wajib diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang sehat agar tidak memicu masalah utang di kemudian hari.
Dikutip dari BBC, Minggu (8/11/2026), risiko penggunaan paylater kini menjadi perhatian serius di sejumlah negara. Di Inggris, misalnya, pemerintah mulai menerapkan regulasi ketat terhadap layanan BNPL sejak Juli 2026. Penyedia layanan diwajibkan memeriksa kemampuan finansial calon pengguna sebelum menyetujui transaksi.
Advertisement
Melalui aturan ini, konsumen yang dinilai tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran berpotensi ditolak saat mengajukan transaksi paylater.
Kebijakan ini juga memberikan perlindungan lebih besar kepada konsumen. Platform BNPL populer seperti Klarna dan Clearpay wajib mengantongi izin resmi regulator. Sebagai timbal balik, pengguna mendapatkan jaminan refund serta akses penyelesaian pengaduan secara independen.
4 Cara Hindari Jeratan Utang Paylater
Mantan relawan penasihat utang Citizens Advice sekaligus kreator edukasi keuangan Debt Camel, Sara Williams, membagikan sejumlah langkah praktis agar masyarakat tidak terjebak kredit konsumtif:
Pertimbangkan Kembali Sebelum Berbelanja
Pikirkan secara matang apakah barang yang ingin dibeli merupakan kebutuhan mendesak atau masih bisa ditunda. Memangkas belanja non-prioritas efektif menjaga pengeluaran tetap terkendali tanpa bergantung pada fasilitas kredit.
Lebih Selektif Membeli Barang
Hindari kebiasaan belanja berlebihan, seperti memesan pakaian dalam berbagai ukuran sekaligus hanya untuk dicoba yang dapat menguras limit kredit. Utamakan barang sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial agar cicilan tak membebani arus kas bulanan.
Hentikan Langganan yang Tidak Perlu
Biaya langganan aplikasi hiburan maupun layanan digital yang jarang dipakai dapat menyedot anggaran tanpa disadari. Menghentikan langganan tidak penting bisa menghemat dana sekaligus mencegah penggunaan paylater untuk menutupi kebutuhan rutin.
Cari Bantuan Jika Kesulitan Kebutuhan Pokok
Menggunakan paylater untuk membeli kebutuhan harian seperti makanan menjadi indikator bahwa kondisi keuangan sedang tidak sehat. Jika mengalami situasi ini, segera cari bantuan lembaga sosial atau organisasi pendampingan utang resmi.
Jangan Tunda Mencari Bantuan
Kesulitan melunasi cicilan tidak hanya dialami pengguna paylater, tetapi juga peminjam kredit jenis lain. Oleh karena itu, konsumen disarankan mencari solusi sedini mungkin sebelum masalah keuangan membesar.
Di Inggris, platform independen MoneyHelper menyediakan panduan konsultasi utang gratis. Platform ini menyarankan masyarakat mencatat seluruh kewajiban pembayaran untuk memetakan jumlah utang dan menyusun rencana pelunasan secara realistis.
Selain itu, masyarakat diimbau waspada terhadap tawaran jasa pelunasan utang di media sosial yang mengklaim dapat menyelesaikan masalah dengan cepat, karena tak semuanya dapat dipercaya.