Liputan6.com, Jakarta - Nama Kimi Antonelli kini menjadi salah satu yang paling diperhatikan di Formula 1 2026. Pembalap asal Italia tersebut berhasil mencapai puncak karier bersama Mercedes setelah melewati perjalanan panjang sejak masih kecil.
Menariknya, dunia balap bukanlah sesuatu yang asing bagi Kimi. Ia tumbuh di tengah keluarga yang dekat dengan motorsport dan mulai mengenal lintasan balap sejak berusia tujuh tahun.
Advertisement
Lahir di Bologna, Italia, pada 25 Agustus 2006, Kimi merupakan putra Marco Antonelli, mantan pembalap mobil sport yang juga memiliki tim balap sendiri. Lingkungan tersebut memberinya kesempatan untuk mengenal dunia motorsport lebih dekat sejak usia dini.
Kini, di usia 20 tahun, Kimi telah mengoleksi satu gelar juara dunia Formula 1. Perjalanannya menuju pencapaian tersebut juga tidak biasa karena Mercedes sudah melihat potensinya ketika ia masih berusia belasan tahun.
Tumbuh di Keluarga yang Dekat dengan Dunia Balap
Ketertarikan Kimi terhadap balap mobil tidak lepas dari pengaruh sang ayah. Marco Antonelli merupakan sosok yang lebih dulu berkecimpung di dunia motorsport dan memperkenalkan anaknya kepada kompetisi gokart.
Kimi mulai mengikuti balapan gokart pada usia tujuh tahun. Bakatnya kemudian berkembang hingga menarik perhatian Mercedes. Pada 2019, ia resmi bergabung dengan program pembinaan pembalap muda tim tersebut ketika usianya baru 12 tahun.
Bakat Kimi Antonelli Membuat Mercedes Kepincut
Bersama program junior Mercedes, Kimi terus menunjukkan perkembangan. Ia berhasil menjuarai Formula 4 Italia dan ADAC Formula 4 pada 2022. Setahun kemudian, ia kembali meraih gelar di Formula Regional Middle East dan Formula Regional European Championship.
Perkembangannya membuat Mercedes mengambil keputusan berani dengan langsung mempromosikannya ke Formula 2 pada 2024 tanpa lebih dulu menjalani satu musim penuh di Formula 3. Bersama PREMA Racing, Kimi berhasil meraih kemenangan Sprint Race di Silverstone dan Feature Race di Hungaria.
Menggantikan Lewis Hamilton di Mercedes
Kesempatan besar datang ketika Lewis Hamilton memutuskan untuk meninggalkan Mercedes untuk bergabung dengan Ferrari pada 2025. Tim asal Jerman tersebut kemudian menunjuk Kimi untuk mengisi posisi yang ditinggalkan juara dunia tujuh kali itu.
Keputusan tersebut membuat Kimi langsung menghadapi tantangan besar karena harus bersaing dengan pembalap berpengalaman. Meski masih berusia 18 tahun, ia berhasil mengumpulkan 150 poin dan meraih tiga podium pada musim debutnya.
Kimi Antonelli Mengukir Sejarah di Formula 1
Musim 2026 menjadi babak paling istimewa dalam perjalanan Kimi. Dengan koleksi 380 poin, sembilan kemenangan, dan 16 podium dari 19 Grand Prix, ia berhasil membawa Mercedes ke puncak sekaligus mengamankan gelar juara dunia pertamanya.
Pencapaian itu terasa semakin spesial jika melihat perjalanan Kimi sejak masih menjadi pembalap gokart cilik di Bologna. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, ia berhasil melewati berbagai jenjang balap hingga kini berdiri sebagai penguasa Formula 1 2026 di usia 20 tahun.
Kimi mengalahkan pemegang rekor sebelumnya yakni dua legenda balap, Sebastian Vettel (2010) dan Lewis Hamilton (2008), yang sama-sama berumur 23 tahun saat jadi juara dunia.