Liputan6.com, Jakarta - Kekhawatiran pengendara mobil listrik kehabisan daya baterai di tengah perjalanan atau dikenal dengan istilah range anxiety mulai mendapat perhatian serius dari produsen otomotif. Salah satu solusi terbaru datang dari pabrikan asal Malaysia, Perodua, yang memperkenalkan kendaraan penyelamat khusus mobil listrik bernama P-Charge.
Dilansir dari Paultan, Senin (2/11/2026), Perodua P-Charge merupakan truk penyelamat kendaraan listrik bergerak (mobile EV rescue truck) yang dirancang untuk memberikan pasokan daya darurat kepada mobil listrik yang kehabisan baterai di jalan.
Advertisement
Kendaraan khusus ini diperkenalkan kepada publik dalam ajang paultan.org Auto Car Expo (ACE) 2026. Perodua menjadwalkan layanan P-Charge mulai beroperasi secara penuh untuk konsumen pada 2027 mendatang.
Kehadiran P-Charge menjadi salah satu upaya Perodua dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik, terutama dari sisi layanan purnajual dan dukungan darurat bagi pengguna.
Sebagai kendaraan penyelamat mobil listrik, Perodua P-Charge dibekali kapasitas penyimpanan energi yang cukup besar. Di dalam bodinya terdapat paket baterai portabel berkapasitas 209 kWh.
Kapasitas tersebut membuat P-Charge berfungsi layaknya power bank berjalan yang dapat menyalurkan energi listrik kepada kendaraan yang mengalami kehabisan daya baterai.
Dengan begitu, pemilik mobil listrik tidak harus selalu mengandalkan keberadaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) ketika menghadapi kondisi darurat di lokasi yang jauh dari fasilitas pengisian daya.
Tidak hanya menawarkan kapasitas baterai besar, Perodua P-Charge juga memiliki kemampuan pengisian cepat menggunakan arus searah atau DC charging hingga 150 kW.
Truk penyelamat ini menggunakan konektor CCS2 yang kompatibel dengan sebagian besar mobil listrik modern. Kombinasi kapasitas baterai besar dan kemampuan pengisian cepat tersebut diharapkan dapat membantu pengendara kembali melanjutkan perjalanan tanpa harus menunggu proses pengisian di fasilitas umum.
Prioritaskan Pengguna Mobil Listrik Perodua
Pada tahap awal, layanan P-Charge diprioritaskan untuk mendukung para pemilik kendaraan listrik Perodua, termasuk pengguna model QV-E.
Kehadiran armada ini diharapkan memberikan rasa aman tambahan bagi konsumen, khususnya mereka yang masih memiliki kekhawatiran mengenai keterbatasan jarak tempuh dan ketersediaan infrastruktur pengisian daya.
Sebelum resmi beroperasi pada 2027, Perodua berencana membawa P-Charge berkeliling dan memperkenalkannya melalui sejumlah jaringan diler resmi pilihan.
Demonstrasi tersebut bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai fungsi dan kemampuan kendaraan penyelamat mobil listrik ini, sekaligus memperlihatkan bagaimana layanan darurat tersebut dapat membantu pengguna ketika menghadapi masalah kehabisan daya baterai.
Langkah Perodua menghadirkan P-Charge menunjukkan bahwa pengembangan kendaraan listrik tidak cukup hanya mengandalkan teknologi baterai, motor listrik, maupun kemampuan jarak tempuh.
Ketersediaan layanan pendukung, termasuk bantuan pengisian daya darurat, juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan.
Melalui P-Charge, Perodua berupaya menjawab salah satu kekhawatiran terbesar calon pengguna mobil listrik, yakni risiko kehabisan daya ketika berada jauh dari fasilitas pengisian.
Jika dapat beroperasi sesuai rencana pada 2027, truk penyelamat dengan baterai 209 kWh dan kemampuan pengisian DC hingga 150 kW ini berpotensi menjadi solusi tambahan dalam meningkatkan kenyamanan dan keamanan perjalanan menggunakan mobil listrik di Malaysia.