Pendiri Binance Changpeng Zhao Minta Elon Musk Beri Dukungan, Bukan Ejekan Usai Peretasan

Pendiri Binance, Changpeng Zhao ingatkan investasi Binance di perusahaan Elon Musk.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 31 Oktober 2026, 12:09 WIB
CEO Binance, Changpeng Zhao. Dok: Binance

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu pendiri sekaligus mantan CEO Binance Changpeng Zhao meminta Elon Musk tidak mengejek atau trolling perusahaan pada Jumat, 30 Oktober 2026 dan justru memberikan dukungan.

Permintaan ini muncul setelah CEO SpaceX Elon Musk itu tampak menyindir bursa kripto yang sedang alami masalah itu melalui serangkaian unggahan di media sosial.

Mengutip CNBC, Sabtu (31/10/2026), setelah mengetahui bursa kripto terbesar di dunia itu mengalami peretasan senilai US$ 6,3 miliar atau Rp 114,23 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.130) pada Kamis malam, Musk mengunggah beberapa emoji di platform X milai dari emoji tertawa hingga meringis.

Menanggapi hal tersebut, Zhao mengingatkan CEO SpaceX dan Tesla ituBinance memiliki kepemilikan saham di perusahaan-perusahaan milik Musk.

Menurut Zhao, kepemilikan saham Binance di SpaceX yang berasal dari investasi awal di perusahaan yang saat itu masih bernama Twitter bernilai lebih dari US$ 1 miliar atau Rp 18,13 triliun.

Angka tersebut hanyalah sebagian kecil dari valuasi SpaceX yang mencapai sekitar US$ 2 triliun atau Rp 36.265 triliun.

"Elon, saya sangat menghormati Anda, tetapi ini bukan saat yang tepat untuk mengejek. Tolong hentikan,” tulis Zhao.

“Saham SpaceX kami (yang berasal dari investasi US$ 500 juta dalam akuisisi Twitter Anda) bernilai lebih dari satu miliar dolar. Saya akan sangat menghargai jika Anda bisa memberikan sedikit dukungan. Terima kasih!,” ia menambahkan.

 

Bukan Pertama Kali Berdebat

Founder & CEO Binance, Changpeng Zhao. Dok: Binance

Ini bukan kali pertama keduanya terlibat perdebatan daring. Pada November 2021, Binance sempat menangguhkan penarikan Dogecoin akibat gangguan pada dompet digital, sebuah langkah yang disebut Musk sebagai tindakan yang “mencurigakan”. Sebagai balasan, Zhao menyoroti penarikan kembali (recall) besar-besaran yang dilakukan Tesla terhadap hampir 12.000 kendaraan di Amerika Serikat akibat masalah perangkat lunak dan perangkat keras.

Binance membekukan seluruh penarikan dan penyetoran setelah peretasan terjadi sebuah insiden yang menurut para penyelidik diduga dilakukan oleh TraderTraitor, unit peretas yang didukung oleh negara Korea Utara. Saat ini, layanan penyetoran telah dipulihkan.

Sejauh ini, aset mata uang kripto senilai sekitar US$ 3 miliar atau Rp 54,39 triliun telah dibekukan.

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya