Pemerintah Dorong Pembangunan Pemuda Lewat Indonesian Youth Summit 2026 dan Penghargaan Wirasena

Kemenpora menggelar Indonesian Youth Summit 2026 dengan menghadirkan pesan Sugiono tentang peran pemuda serta memberikan Penghargaan Wirasena.

oleh Naila AdzkhiaDiterbitkan 31 Oktober 2026, 10:17 WIB
Kemenpora RI kembali memberikan penghargaan Wirasena 2026 pada acara Indonesia Youth Summit 2026 di Gedung Teater, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Kamis (29/10) malam.(foto: raiky/kemenpora.go.id)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam mendorong kemajuan Indonesia. Pesan tersebut disampaikan pada puncak Indonesian Youth Summit 2026 yang digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Kamis (29/10) malam.

Kegiatan yang diselenggarakan untuk menyambut satu abad Sumpah Pemuda tersebut dihadiri oleh ribuan pemuda dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam sambutannya, Sugiono mengajak generasi muda untuk memiliki karakter patriotik, gigih, dan berjiwa empati tinggi.

Pada kesempatan yang sama, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI juga memberikan Penghargaan Wirasena 2026 kepada sejumlah pemerintah provinsi. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas capaian pembangunan pemuda berdasarkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) 2025.

Sugiono juga menyarankan para peserta untuk menjadi kelompok masyarakat yang mampu menciptakan perubahan atau those who make things happen. Ia membagi manusia ke dalam tiga kategori peran mereka dalam menghadapi perubahan.


Sugiono Tekankan Peran Pemuda

Indonesia Youth Summit 2026 di Gedung Teater, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Kamis (29/10) malam.(foto: raiky/kemenpora.go.id)

Sugiono mengapresiasi peserta Indonesian Youth Summit 2026 yang memilih menjadi kelompok pertama atau menjadi pembuat perubahan. Menurutnya, pilihan tersebut menunjukkan adanya harapan dan optimisme terhadap masa depan Indonesia.

"Artinya ada harapan, ada optimisme bahwa ke depan negara ini akan menjadi negara besar dan negara maju, karena anak-anak mudanya adalah orang-orang yang ‘make things happen’," ujar Sugiono.

Sugiono juga mengingatkan sejarah Sumpah Pemuda 98 tahun silam yang menyatukan pemuda dari berbagai suku, bahasa, dan daerah. Menurutnya, keberagaman merupakan kekuatan bangsa Indonesia.

"Tidak ada negara besar yang eksis dan survive jika pemuda-pemudinya tidak memiliki rasa patriotisme yang tinggi dan tidak mencintai bangsanya," tegas Sugiono.


Bali Raih Posisi Teratas dalam Dua Kategori Penghargaan Wirasena

Indonesia Youth Summit 2026 di Gedung Teater, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Kamis (29/10) malam.(foto: raiky/kemenpora.go.id)

Dalam pembukaan Indonesian Youth Summit 2026, Kemenpora memberikan Penghargaan Wirasena 2026 kepada pemerintah daerah atas capaian pembangunan pemuda berdasarkan IPP 2025. Penghargaan ini terbagi dalam dua kategori, yakni provinsi dengan capaian IPP tertinggi pada 2025 dan provinsi dengan peningkatan IPP terbesar sepanjang 2024-2025. 

Pada kategori capaian IPP tertinggi 2025, Bali menempati peringkat pertama dengan nilai 84,60, disusul Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 77,25 dan DKI Jakarta dengan 75,37. Bali juga berada di posisi teratas dalam kategori peningkatan IPP terbesar dengan kenaikan 8,85 poin. DKI Jakarta menempati peringkat kedua dengan 7,42 poin, sedangkan Maluku berada di posisi ketiga dengan 6,77 poin.

 


Erick Thohir Dorong Kolaborasi dalam Pembangunan Kepemudaan

Indonesia Youth Summit 2026 di Gedung Teater, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Kamis (29/10) malam.(foto: raiky/kemenpora.go.id)

Menpora Erick Thohir mengatakan Penghargaan Wirasena 2026 menjadi salah satu upaya Kemenpora untuk mendorong pembangunan kepemudaan dan meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah. 

"Melalui Penghargaan Wirasena ini kami memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah. Karena tidak mungkin kita membuat program sendiri-sendiri," terang Erick.

Sementara itu, Sugiono berpesan agar generasi muda terus memperluas wawasan melalui budaya membaca dan mendengarkan serta memanfaatkan setiap kesempatan untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa. 

"Sering kali kita menganggap kemerdekaan sebagai sesuatu yang biasa saja, padahal di balik itu ada perjuangan luar biasa dari para generasi pembebas. Harapan bangsa ini ada di pundak kalian semua," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya