Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah

Prabowo menyoroti politik pecah belah yang pernah diterapkan penjajah dan meminta generasi muda mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut.

oleh Pebrianto Eko WicaksonoDiterbitkan 31 Oktober 2026, 00:27 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Sumber: Kemensetneg)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan generasi muda Indonesia agar tidak malas mempelajari sejarah. Menurut dia, pemahaman sejarah penting agar bangsa Indonesia tidak mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan para pendahulu.

Prabowo mengatakan, salah satu kelemahan bangsa Indonesia adalah mudah melupakan sejarah. Karena itu, dia meminta generasi muda untuk menjadikan sejarah sebagai bahan pembelajaran.

"Anak-anakku, belajarlah sejarah. Saya juga sudah bicara tentang kelemahan bangsa Indonesia. Pemimpin-pemimpinnya lupa sejarah. Bahkan ada pemimpin-pemimpin yang malas belajar sejarah. Mereka yang malas belajar sejarah akan dihukum oleh sejarah," kata Presiden Prabowo, dikutip dari Antara, Sabtu (31/10/2026).

Prabowo menilai perkembangan teknologi dapat terus berubah, tetapi sifat dasar manusia cenderung tidak mengalami perubahan. Karena itu, mempelajari sejarah menjadi penting untuk memahami kesalahan masa lalu dan mengambil pelajaran agar tidak terulang pada masa mendatang.

"Jadi kalau kita tidak belajar sejarah, kita akan mengulangi kesalahan-kesalahan sejarah. Kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh pendahulu kita," ujarnya.

Prabowo menyebut salah satu pelajaran paling menyakitkan dalam sejarah Indonesia adalah pengalaman dijajah bangsa lain.

Menurut dia, perpecahan di antara masyarakat dan para pemimpin menjadi salah satu faktor yang memungkinkan penjajahan terjadi. Dia mencontohkan penguasa pada masa lalu yang memilih bekerja sama dengan pihak asing daripada menjalin kerja sama dengan sesama anak bangsa.

Pengalaman tersebut, lanjut Prabowo, harus menjadi pengingat agar bangsa Indonesia senantiasa menjaga persatuan dan tidak mudah diadu domba oleh pihak lain.

Dia juga menyoroti strategi divide et impera atau politik pecah belah yang diterapkan penjajah sebagai salah satu pelajaran penting bagi generasi muda.

"Itu sejarah kita. Itu yang harus kita belajar. Kelompok penjajah ratusan tahun, ribuan tahun mereka punya ajaran devide at Impera. Pecah belah, pecah belah. Jangan kita ulangi kesalahan-kesalahan pendahulu-pendahulu kita," tegas Prabowo.

Meski demikian, Prabowo mengingatkan bahwa para pendahulu bangsa juga memiliki banyak keunggulan dan pencapaian yang patut dihargai.

Namun, generasi penerus tetap perlu memahami kekurangan dan kesalahan yang pernah terjadi sebagai bahan pembelajaran untuk membangun Indonesia yang lebih kuat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya