Liputan6.com, Jakarta - Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mengatakan, Bibit Siklon Tropis 91B diprakirakan bergerak menjauhi wilayah Indonesia menuju Teluk Benggala.
Advertisement
Meski pergerakannya makin menjauh, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih mengintai wilayah Aceh bagian utara. Menurut Andri, peringatan dini potensi hujan tersebut berlaku hingga Sabtu (31/10/2026) pukul 07.00 WIB.
"Bibit Siklon Tropis 91B memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan berupa hujan sedang hingga lebat di wilayah Aceh bagian utara," kata Andri kepada wartawan, Jumat (30/10/2026).
Andri menjelaskan, Bibit Siklon Tropis 91B terdeteksi di posisi 8,2° LU dan 95,5° BT pada Jumat pukul 07.00 WIB dengan angin maksimum 20 knot (37 km/jam).
BMKG memprediksi intensitasnya bakal menguat hingga 25 knot dalam 24 jam ke depan dan mencapai 30 knot dalam 48 jam.
"Secara umum, potensi Bibit Siklon Tropis 91B untuk menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan dalam kategori peluang sedang," ujar Andri.
Di tengah peningkatan intensitas tersebut, sistem diprakirakan bergerak ke arah barat-barat laut memasuki Teluk Benggala bagian tenggara. Dalam 72 jam ke depan, bibit siklon diprediksi terus bergerak menjauhi wilayah Indonesia menuju pesisir Andhra Pradesh, India.
Bibit Siklon Tropis 91B Picu Potensi Hujan Lebat
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Sumatra bagian utara akibat keberadaan bibit siklon tropis 91B di Teluk Andaman, dekat wilayah utara Aceh.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
"Memang siklon ini diprediksi tidak akan berdampak langsung ke Indonesia, tetapi ada potensi hujan lebat di beberapa tempat hingga tanggal 30 Oktober nanti. Hujan dengan intensitas sedang dan lebat ada di Aceh maupun Sumatera Utara," kata Berton, Kamis (29/10/2026).
Selain hujan, potensi gelombang laut dengan ketinggian 1,25–2,5 meter atau kategori sedang juga diperkirakan terjadi di Selat Malaka bagian utara.
"Kami mengimbau kiranya masyarakat tetap waspada walaupun tidak perlu panik. Kesiapsiagaan menjadi hal yang utama untuk keselamatan kita," tutur dia.
Berton juga menyampaikan bahwa potensi cuaca ekstrem perlu diwaspadai di berbagai wilayah Indonesia. Menurut dia, status siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat berlaku di Aceh, Lampung, Bengkulu, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.
Sementara itu, status waspada untuk potensi hujan sedang hingga lebat mencakup sejumlah wilayah di Pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Papua.
"Serta di beberapa pulau kami bisa menyampaikan ada level waspada yaitu hujan sedang sampai lebat. Kalau yang tadi status siaga hujan lebat sampai sangat lebat, status waspada adalah hujan sedang sampai lebat itu berpotensi terjadi di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali, Maluku-Maluku Utara, NTT, NTB, serta Papua," papar Berton.