Meta AI dan Facebook Kini Bisa Kasih Peringatan Risiko Self-Harm ke Orang Tua

Meta AI dan Facebook kini dilengkapi fitur pemantauan orangtua jika anak remaja mereka menelusuri konten terkait menyakiti diri sendiri.

oleh Aisyah Mustika ZamaniDiterbitkan 02 November 2026, 08:11 WIB
Ilustrasi Meta dan Facebook. (Unsplash/Dima Solomin)

Liputan6.com, Jakarta - Meta meluncurkan pembaruan sistem keamanan untuk memperketat pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak remaja di platform miliknya.

Setelah sebelumnya hadir di Instagram, fitur notifikasi otomatis ini kini resmi diperluas ke platform Facebook dan layanan percakapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Meta AI.

Melalui pembaruan tersebut, Meta akan memberi tahu orang tua jika anak remaja mereka berulang kali mencari konten terkait tindakan menyakiti diri sendiri dalam kurun waktu singkat.

Diwartakan Engadget, Senin (2/11/2026), peringatan serupa juga berlaku jika interaksi remaja dengan Meta AI mengindikasikan adanya risiko keselamatan mental.

Namun, Meta tidak membeberkan rincian kriteria yang memicu notifikasi tersebut.

Perusahaan menyatakan telah menetapkan ambang batas yang dirancang dengan hati-hati agar tidak mengirimkan pesan peringatan palsu.

Ketika seorang remaja mencapai ambang batas itu, orang tua akan menerima notifikasi melalui SMS, email, WhatsApp, serta notifikasi push di aplikasi mereka.

 

 

Perlindungan Privasi

Demi menjaga privasi, notifikasi tidak memuat kata kunci pencarian maupun isi obrolan anak secara rinci.

Sebagai gantinya, Meta menyediakan tautan kontak layanan bantuan serta panduan bagi orang tua untuk berbicara dengan anak mereka.

Fitur ini merupakan bagian dari upaya Meta memperluas penggunaan Teen Accounts, yaitu skema akun berfitur pengawasan yang memberikan kontrol penuh bagi orang tua.

Selain membatasi akses ke konten sensitif, fitur ini dirancang untuk membatasi interaksi langsung antara remaja dan pengguna dewasa asing.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya