Liputan6.com, Jakarta - Manajer aset kripto Bitwise menaikkan proyeksi harga bitcoin (BTC) untuk 10 tahun ke depan dari US$ 1,3 juta atau Rp 23,53 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.110) menjadi US$ 1,6 juta atau Rp 28,96 miliar. Perusahaan itu memperkirakan kripto terbesar tersebut membukukan laju pertumbuhan majemuk tahunan 34,3% selama periode itu.
Angka tersebut setara sekitar lima kali lipat proyeksi imbal hasil tahunan ekuitas Amerika Serikat sebesar 6,7%. Private equity, kelas aset terbaik berikutnya, hanya memperoleh proyeksi 10,8%, sehingga bitcoin unggul tiga kali lipat.
Advertisement
Bitwise menghitung perbandingan itu dari rata-rata proyeksi JPMorgan, PGIM, BlackRock, dan Vanguard. Perusahaan merilis hasilnya lewat laporan 2027 Bitcoin Long-Term Capital Market Assumptions pada Rabu, 28 Oktober 2026. Laporan tahunan itu juga menganalisis volatilitas dan koreksi bitcoin. Laju pertumbuhan majemuk tahunan mengukur rata-rata kenaikan nilai per tahun dengan memperhitungkan efek bunga berbunga.
"Kami lebih optimistis terhadap bitcoin hari ini dibandingkan tahun lalu,” kata Chief Investment Officer Bitwise Matt Hougan, mengutip the Block, Kamis, (29/10/2026).
“Semua yang terjadi dalam 12 bulan terakhir, mulai dari dangkalnya koreksi empat tahunan, kemajuan regulasi yang berlanjut, hingga lonjakan permintaan aset keras seperti emas, menunjukkan keberhasilan jangka panjang bitcoin,” ia menambahkan.
Bitwise menyusun target harganya dengan memperkirakan ukuran pasar masa depan yang bisa dimasuki bitcoin, lalu menetapkan pangsa bitcoin di tiap pasar. Hougan menjelaskan dalam catatan kepada klien perusahaan mempertahankan asumsi pangsa pasar dari tahun lalu.
Bitwise justru menaikkan estimasi pasar penyimpan nilai global pada 2036 dari US$ 91 triliun menjadi US$ 110 triliun. Pasar itu mencakup aset seperti emas yang investor pakai untuk menjaga kekayaan dari waktu ke waktu. Estimasi pasar investasi institusional ikut naik dari US$ 216 triliun menjadi US$ 303 triliun.
Prediksi Bitwise
Mengutip estimasi Boston Consulting Group, Bitwise menyebut investor institusional mengendalikan sekitar US$ 147 triliun aset. Perusahaan memperkirakan alokasi 1% hingga 5% ke bitcoin dalam 10 tahun ke depan, sehingga permintaan mencapai US$ 1,5 triliun hingga US$ 7,4 triliun.
Penambangan hanya menerbitkan pasokan baru senilai US$ 14 miliar per tahun. Sebanyak 20,1 juta bitcoin, atau 95,7% dari pasokan maksimum 21 juta, sudah beredar.
Pada skenario dasar, Bitwise mengasumsikan bitcoin menguasai 25% pasar penyimpan nilai global dan 1% aset investasi institusional pada 2036.
Skenario bearish (melemah) menempatkan bitcoin di US$ 130.686 atau Rp 2,36 miliar dengan pangsa 2,5% pasar penyimpan nilai. Skenario bullish mendorong harga ke US$ 3,67 juta atau Rp 66,44 miliarpada pangsa 50%. Rentang kedua skenario ekstrem itu mencapai lebih dari US$ 3,5 juta atau Rp 63,36 miliar.
Aset yang Makin Matang
Pasar masih memperdebatkan apakah level terendah bitcoin di sekitar US$ 58.000 atau Rp 1,05 miliar pada Juni menandai akhir siklus beruang terbaru. Harga sejak itu naik sekitar 40% hingga di atas US$ 80.000 atau Rp 1,44 miliar. Target dasar Bitwise mengharuskan harga naik sekitar 20 kali lipat dari level tersebut. Skenario beruang pun masih lebih tinggi daripada harga saat ini.
Bitwise mencatat penurunan sekitar 53% dari rekor tertinggi Oktober 2025 di atas US$ 126.000 atau Rp 2,28 miliar. Angka itu jauh lebih landai daripada siklus sebelumnya, yang menyeret bitcoin turun 86%, 84%, dan 77% setelah rekor 2013, 2017, dan 2021.
Hougan mengakui sebagian besar permintaan aset penyimpan nilai belakangan mengalir ke emas, bukan bitcoin, dan pembelian ETF melambat. Institusi tetap menambah eksposur bitcoin sepanjang penurunan, kata dia. Pangsa bitcoin di pasar penyimpan nilai tumbuh dari kurang dari 1% satu dekade lalu menjadi lebih dari 5% saat ini.
“Selama 17 tahun terakhir, bitcoin tumbuh dari gagasan yang belum terbukti menjadi aset hampir US$ 2 triliun yang semakin banyak dimiliki investor paling terpandang di dunia,” ujar Hougan.
“Tahap awal ini adalah bagian yang sulit. Kini saatnya kita menyaksikan bitcoin matang dan berkembang,” ia menambahkan.
Volatilitas Bitcoin
Bitwise juga memperkirakan volatilitas rata-rata bitcoin turun menjadi 27,8% dalam satu dekade ke depan, dari 32,9% pada laporan tahun lalu. Selisihnya 5,1 poin persentase. Kepala Riset Bitwise Ryan Rasmussen menyampaikan prospeknya dalam pernyataan yang sama.
"Bitcoin kemungkinan tetap menjadi aset yang bergejolak dengan penurunan tajam, tetapi semua tanda menunjukkan ayunan itu melemah seiring pendalaman adopsi institusional," kata Rasmussen.
"Dengan arus masuk institusional, kenaikan permintaan aset penyimpan nilai, dan pasokan terbatas, kami memperkirakan bitcoin menjadi aset institusional utama berkinerja terbaik di dunia antara sekarang hingga 2036,” ia menambahkan.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.