Vino G Bastian Curhat Keseleo Lidah Belajar Bahasa Arab di Kairo

Aktor Vino G. Bastian dituntut dituntut menguasai pelafalan bahasa Arab dengan aksen yang sangat tepat dalam film Hamka: Awal Mula (Vol. 3).

oleh Fikri Alfi RosyadiDiterbitkan 29 Oktober 2026, 18:59 WIB
Vino G Bastian © KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi

Liputan6.com, Jakarta - Memerankan sosok cendekiawan muslim Buya Hamka memberikan pengalaman spiritual sekaligus tantangan linguistik yang berat bagi aktor Vino G. Bastian. Dalam film Hamka: Awal Mula (Vol. 3), Vino dituntut menguasai pelafalan bahasa Arab dengan tajwid yang sangat tepat.

Tuntutan tersebut muncul karena karakter Hamka muda mulai mendalami ilmu agama hingga ke Timur Tengah. Ketepatan pengucapan menjadi prioritas utama tim produksi demi menjaga kesesuaian syariat.

"Tantangannya lumayan, lidah saya sering kesrimpet (keseleo lidah). Bagi para ustaz atau kiai yang mendengarnya mungkin masih ada sedikit kekurangan karena bahasa Arab sangat presisi panjang pendek harakat saja maknanya sudah berbeda," ujar Vino G. Bastian saat ditemui di XXI Plaza Senayan, Rabu (28/10/2026).


Dibantu Mahasiswa Indonesia di Mesir

Vino G Bastian di film Buya Hamka - instagram.com/vinogbastian__

Proses pengambilan gambar untuk adegan berlatar Makkah dilakukan langsung di Mesir. Kehadiran mahasiswa Indonesia di sana menjadi bantuan tak ternilai bagi kelancaran dialog para aktor.

"Untungnya saat syuting set Makkah di Mesir, kami dibantu oleh mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang kuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo," katanya.


Mahasiswa yang Sedang Libur

Vino G Bastian di film Buya Hamka - instagram.com/vinogbastian__

"Karena kebetulan sedang masa libur, mereka setiap hari mendampingi pelafalan bahasa Arab saya, bahkan beberapa di antaranya ikut menjadi pemeran pendukung teman-teman Hamka. Koreksi langsung di lokasi syuting itu sangat membantu," sambungnya.


Sosok Hamka di Film Ketiga

Vino G Bastian di film Buya Hamka - instagram.com/vinogbastian__

Sosok Hamka muda di film ketiga ini ditampilkan secara dinamis dan tidak terpaku pada rutinitas ibadah formal semata. Ceritanya merangkum petualangan masa muda yang gemar membaca dan berlatih ilmu bela diri.

"Di film ini sebetulnya Hamka tidak melulu memegang Al-Qur'an. Ada adegan dia membaca buku, belajar silat, hingga masa-masa perjuangannya sebagai anak muda saat itu," kata Vino.


Ingin Memberi Contoh yang Baik

Vino G Bastian di film Buya Hamka - instagram.com/vinogbastian__

"Namun untuk hal-hal yang berkaitan dengan syariat Islam, tentu kami ikuti dengan ketat. Kami ingin memberi contoh yang baik, jadi praktiknya pun harus tepat," sambung Vino.


Lokakarya Dialek Minang

Vino G Bastian di film Buya Hamka - instagram.com/vinogbastian__

Kedalaman riset budaya juga dirasakan oleh para pemeran lainnya melalui lokakarya dialek Minang sebelum produksi dimulai. Hal ini dilakukan demi menjaga keaslian tutur bahasa daerah setempat.

"Sebelum proses produksi, kami mengikuti workshop bahasa Minang. Saya pun baru tahu bahwa dialeknya beragam; bahasa di Padang, Padang Panjang, Bukittinggi, hingga Maninjau itu berbeda-beda. Karena itu kami didampingi oleh dialect coach (mentor dialek)," pungkas Vino.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya