Google Umumkan Gemini 4 Carbon, Model AI Baru yang Belum Bisa Dipakai Publik

Google memperkenalkan Gemini 4 Carbon dengan kemampuan pemrograman dan keamanan siber yang ditingkatkan, tetapi aksesnya masih dibatasi.

oleh Muhammad Yudha PratamaDiterbitkan 30 Oktober 2026, 12:21 WIB
Gemini 4 Carbon. Credit: Google.

Liputan6.com, Jakarta - Google memperkenalkan Gemini 4 Carbon, model artificial intelligence (AI) yang dirancang untuk menangani pekerjaan pemrograman kompleks dan keamanan siber. Namun, aksesnya masih dibatasi dan belum tersedia bagi pengguna umum.

Carbon hadir sekitar dua minggu setelah Google meluncurkan Gemini 4 Argon. Keduanya memiliki fokus serupa, tetapi Google mengklaim versi terbaru ini menunjukkan peningkatan dalam sejumlah pengujian.

Dikutip dari Ars Technica, Jumat (30/10/2026), Gemini 4 Carbon mencatat hasil lebih baik dalam tugas pemrograman, pekerjaan berbasis agen AI, dan analisis keamanan siber.

Google mengatakan model ini mampu menemukan kerentanan serta membantu memperbaiki kelemahan perangkat lunak.

Dalam pengujian Artificial Analysis Intelligence Index versi 5.0, Carbon meraih skor 59 dan menempati posisi pertama.

Namun, selisih dengan beberapa model pesaing relatif tipis, sehingga hasil pengujian ini belum tentu mencerminkan perbedaan pengalaman penggunaan secara menyeluruh.

Google juga melaporkan skor 88,2% pada SEC-bench Pro untuk menemukan kerentanan, 54,8% pada ExploitGym untuk pengujian eksploitasi, dan 71% pada CWE-bench untuk memperbaiki kelemahan perangkat lunak.

 

Google Klaim Gemini 4 Carbon 10 Kali Lebih Unggul dari Model AI Lainnya

Menurut tim Chrome Google, Carbon lebih dari 10 kali lebih unggul dalam menghasilkan patch berkualitas tinggi dibandingkan model AI dari laboratorium lain.

Perusahaan juga mengklaim kemampuan menghasilkan kode yang aman meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan Gemini 4 Argon dalam pengujian internal.

Meski mencatat hasil yang menjanjikan, Google belum membuka akses Carbon untuk semua pengguna.

Perusahaan memilih peluncuran bertahap karena kemampuan pemrograman berbasis agen dan keamanan sibernya memerlukan pengujian serta pengamanan tambahan.

Google menetapkan tarif awal API sebesar USD 10 atau sekitar Rp 181.700 per satu juta token keluaran.

 

Gemini 4 Carbon Masih Dibatasi untuk Mitra Keamanan Siber

Google mulai memberikan akses kepada sejumlah tim pertahanan siber, kemudian memperluasnya secara bertahap kepada mitra tepercaya melalui program Fairwind.

Model ini baru akan tersedia lebih luas setelah pengujian dan penyempurnaan sistem pengamanannya dinilai memadai.

Token masukan yang tersimpan (cached input) mendapat diskon 95% dari tarif standar. Dengan demikian, biayanya menjadi sekitar USD 0,10 atau Rp 1.817 per satu juta token.

 

Tarif Akan Naik, namun Google Belum Umumkan Tanggal Perubahan Harga

Tarif awal dilaporkan akan naik setelah periode promosi berakhir, tetapi Google belum menetapkan tanggal perubahan harga khusus untuk Carbon.

Pengembangan ini menunjukkan upaya Google meningkatkan kemampuan AI untuk menangani pekerjaan teknis yang kompleks.

Namun, pembatasan akses menandakan perusahaan masih berhati-hati sebelum menyediakan Carbon secara luas, terutama karena teknologi tersebut mampu membantu menemukan dan menguji celah keamanan perangkat lunak.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya