Waktunya Minta Maaf pada Gennaro Gattuso

Hernan Crespo meminta para pengkritik Gennaro Gattuso meminta maaf

oleh Asad ArifinDiterbitkan 28 Oktober 2026, 19:36 WIB
Pelatih Lazio Gennaro Gattuso

Liputan6.com, Jakarta - Gennaro Gattuso kini memiliki jawaban atas kritik yang menerpanya setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Bersama Lazio, pelatih berusia 48 tahun itu justru membawa timnya tampil impresif pada awal Serie A 2026/2027.

Hingga Rabu (28/10) dini hari WIB, Lazio memimpin klasemen dengan catatan delapan kemenangan dan satu hasil imbang dari sembilan pertandingan. Performa tersebut menjadikan Biancocelesti salah satu kejutan terbesar dalam persaingan sepak bola Italia musim ini.

Mantan penyerang Lazio, Inter Milan, dan AS Roma, Hernan Crespo, turut memberikan pujian kepada Gattuso. Ia menilai sang pelatih berhasil membangun mentalitas tim yang membuat para pemain tampil penuh determinasi.

Crespo bahkan meminta para pengkritik Gattuso mengubah pandangan dan menyampaikan permintaan maaf. Menurutnya, pencapaian Lazio sejauh ini membuktikan bahwa kualitas kepemimpinan sang pelatih layak mendapatkan pengakuan.


Crespo Puji Mentalitas Lazio di Bawah Gattuso

Para pemain Lazio merayakan bersama para pendukung dalam pertandingan Serie A antara Juventus dan Lazio di Turin, Italia barat laut, Senin (19-10-2026) dini hari WIB. (Marco Alpozzi/LaPresse via AP)

Lazio mempertegas performa impresif mereka setelah menghancurkan Sassuolo dengan skor 6-2 pada Selasa malam. Sassuolo harus bermain dengan 10 pemain, sementara keunggulan Lazio berpotensi lebih besar jika Mattia Zaccagni dan Davide Frattesi mampu mengeksekusi penalti mereka.

Crespo menilai keberhasilan Gattuso tidak hanya ditentukan oleh taktik, tetapi juga kemampuannya membangun mentalitas pemain. Sang pelatih dinilai mampu meyakinkan anak asuhnya untuk menjalankan instruksi dan terus menjaga motivasi.

"Rino (julukan Gennaro Gattuso) telah menggarap mental para pemainnya; ia meyakinkan mereka untuk melakukan hal-hal tertentu dan terus memotivasi mereka," buka Crespo dikutip dari Football Italia.

"Ketika Anda memiliki sosok seperti itu sebagai pemimpin, Anda akan berusaha sekuat tenaga untuk membuatnya puas. Anak-anak asuhnya bahkan rela menerjang api demi dirinya," tegas Crespo.


Pengkritik Gattuso Diminta Mengubah Pandangan

Italia sempat unggul lebih dulu melalui gol Moise Kean pada menit ke-15. Namun, pada menit ke-79, Bosnia dan Herzegovina berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Haris Tabakovic. Tampak dalam foto, pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso, berjalan keluar lapangan usai pertandingan final play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Bosnia dan Herzegovina di Stadion Bilino Polje, Zenica, Selasa 31 Maret 2026 waktu setempat atau Rabu 1 April 2026 dini hari WIB. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Catatan delapan kemenangan dan satu hasil imbang menjadi dasar Crespo menilai Lazio pantas berada di puncak klasemen Serie A. Konsistensi tersebut memperlihatkan bahwa tim asuhan Gattuso mampu bersaing sekaligus menjaga momentum positif pada awal musim.

Ketika ditanya mengenai kelayakan Lazio memimpin klasemen, Crespo memberikan jawaban tegas. Ia menilai hasil yang telah diraih Biancocelesti menjadi bukti nyata kualitas tim dan kepemimpinan Gattuso.

"Siapa pun yang pernah mengkritik Gattuso kini harus mengubah pandangan mereka dan meminta maaf kepadanya. Namun, kita tahu bahwa sepak bola bisa menjadi dunia yang penuh keanehan," ucap Crespo.

Pujian Crespo menjadi kontras dengan kritik yang diterima Gattuso setelah kegagalan Italia menembus Piala Dunia 2026. Kini, performa Lazio membuka babak baru bagi reputasi sang pelatih, meski konsistensi mereka sepanjang musim masih akan menjadi ujian sesungguhnya.

Sumber: Football Italia


Klasemen Serie A 2026/2027

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya