Warga Tanggamus Berhamburan Diguncang Gempa Beruntun

Rangkaian gempa mengguncang Tanggamus, Lampung, dan membuat sejumlah warga panik.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 28 Oktober 2026, 18:26 WIB
Gempa guncang Kabupaten Tanggamus, Lampung. (Liputan6.com/Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Tanggamus, Lampung, Rabu (28/10/2026) sore. Getaran dirasakan berulang kali dalam waktu berdekatan hingga memicu kepanikan warga.

Danu, warga Pugung, Kabupaten Tanggamus, mengatakan gempa terasa dua kali saat aktivitas di kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus masih berlangsung.

Menurut Danu, guncangan tersebut membuat sejumlah orang di kantor yang berada di wilayah Kotaagung bergegas keluar bangunan untuk menyelamatkan diri.

“Pada keluar semua,” kata Danu saat menceritakan situasi ketika gempa terjadi kepada Liputan6.com, Rabu (28/10/2026).

Setelah beberapa saat, getaran mulai mereda. Danu mengatakan kondisi berangsur tenang dan dirinya tidak lagi merasakan guncangan seperti sebelumnya.

“Udah lumayan, alhamdulillah,” ujar pegawai magang di lingkungan Pemkab Tanggamus tersebut.

Warga Rasakan Getaran hingga 15 Kali

Pengalaman serupa dirasakan Devi Triyani, warga Pekon Banyu Urip, Kecamatan Wonosobo. Dia mengatakan gempa terasa saat dirinya sedang beristirahat di dalam rumah. Meski berlangsung singkat, getaran dirasakannya hingga 15 kali.

“Terasa bang, 15 kali (guncangan gempa),” kata Devi.

Devi menggambarkan getaran tersebut seperti sedang diayak. Meski tidak sampai menjatuhkan perabotan rumah, dia mengaku sempat khawatir jika gempa berlangsung lebih lama.

“Iya, kayak diayak. Serem, takutnya lama,” ujarnya.

Setelah merasakan guncangan pertama, Devi juga mewaspadai gempa susulan yang dirasakannya cukup kuat.

 

BMKG Catat 20 Gempa Susulan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat rangkaian aktivitas gempa bumi di Kabupaten Tanggamus pada Rabu sore. Gempa pertama terjadi pada pukul 15.22 WIB.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Ana Oktavia Setiowati, mengatakan hasil pemantauan BMKG hingga pukul 16.14 WIB menunjukkan adanya 20 aktivitas gempa bumi susulan.

“Hingga pukul 16.14 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 20 aktivitas gempa bumi susulan,” kata Ana dalam keterangan tertulis.

Berdasarkan hasil analisis terbaru, gempa pertama memiliki magnitudo 3,9. Episenternya berada di darat, sekitar 9 kilometer barat laut Tanggamus, Lampung, dengan kedalaman 4 kilometer.

Sementara itu, gempa kedua terjadi pada pukul 15.23 WIB dengan magnitudo 4,1. Episenternya berada di darat, sekitar 6 kilometer barat laut Tanggamus, pada kedalaman 5 kilometer.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” jelas Ana.

BMKG melaporkan getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah. Di Kotaagung, intensitas mencapai III MMI, yakni getaran terasa nyata di dalam rumah, menyerupai kondisi ketika sebuah truk melintas.

Sementara itu, di Kotabumi, Pringsewu, Ulu Belu, Gisting, Sumberejo, dan Kotaagung Timur, getaran dirasakan pada skala II MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung dapat bergoyang.

Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan akibat rangkaian gempa tersebut.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta mengikuti perkembangan situasi melalui kanal resmi BMKG serta tidak menyebarkan kabar yang belum dapat dipertanggungjawabkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya