Liputan6.com, Jakarta - SoFi Technologies melaporkan 503.000 produk kripto pada akhir kuartal ketiga 2026. Perusahaan financial technology (fintech) itu menampilkan metrik tersebut untuk pertama kalinya dalam rincian produk layanan keuangan di rilis laporan keuangan.
Mengutip the block, Rabu, (28/10/2026), pendapatan transaksi kripto SoFi mencapai US$ 161,6 juta atau Rp 2,93 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.180) pada kuartal tersebut, naik 20% dari kuartal sebelumnya. Pendapatan bersihnya hanya menyentuh US$ 1,6 juta atau Rp 29,08 miliar setelah SoFi memperhitungkan biaya terkait. Selisih sekitar US$ 160 juta atau Rp 2,9 triliun terserap biaya, sehingga pendapatan bersih setara sekitar 1% dari pendapatan kotor.
Advertisement
Chief Executive Officer (CEO) SoFi Anthony Noto menilai hasil kuartal ketiga luar biasa, terlebih mengingat jalannya 2026. “Fokus kami sederhana. Kami menambah lebih banyak anggota yang memakai lebih banyak produk dan menghasilkan lebih banyak pendapatan per produk untuk menciptakan nilai terbesar bagi pemegang saham dalam jangka panjang,” ujar Noto.
Layanan kripto SoFi beroperasi berdampingan dengan SoFi Invest, produk brokerage perusahaan. SoFi Invest tumbuh 37 % secara tahunan menjadi 4,18 juta produk per 30 September. Pendapatan bersih kuartal ketiga mencetak rekor US$ 1,39 miliar atau Rp 25,26 triliun , naik 44% secara tahunan. Laba bersih perusahaan mencapai US$ 241 juta atau Rp 4,3 triliun.
SoFI Sempat Setop Layanan Kripto
SoFi sempat menghentikan layanan kripto selama dua tahun. Perusahaan mengisyaratkan rencana kembali pada Mei 2025 ketika kebijakan regulasi bergeser lebih mendukung.
SoFi Crypto resmi meluncur pada November 2025 dan memungkinkan anggota membeli serta menyimpan puluhan token langsung dari rekening giro atau tabungan berjaminan FDIC. Keputusan itu membuka kembali lini bisnis yang lama absen dari platform SoFi.
SoFi kini memperluas bisnis ke area lain di sekitar kripto. Perusahaan memulai penyelesaian transaksi stablecoin lewat jaringan Mastercard pada September 2026, dengan program yang diperkirakan melampaui volume tahunan US$ 25 miliar atau Rp 454,4 triliun. SoFi juga meluncurkan deposito tokenisasi berjaminan FDIC pada Oktober 2026. Perusahaan menyepakati kerja sama dengan Payward untuk menautkan jaringan perbankannya dengan infrastruktur milik Kraken.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.