Kedubes Korsel Gelar Lomba Menulis untuk Mahasiswa, Hadiah Puluhan Juta Rupiah

Melalui kompetisi ini, Kedubes Korsel berharap gagasan generasi muda tentang masa depan hubungan kedua negara dapat mendorong diskusi yang lebih mendalam.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 28 Oktober 2026, 16:03 WIB
Presiden Indonesia Prabowo Subianto (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menjelang pertemuan mereka di Pertemuan Pemimpin Ekonomi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Gyeongju, Korea Selatan, Sabtu, 1 November 2025. Presiden Prabowo disambut secara langsung Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung dalam suasana penuh keakraban dan saling menghormati. Kedua pemimpin kemudian mengabadikan momen pertemuan tersebut dalam sebuah foto bersama sebagai simbol persahabatan dan kemitraan erat antara Indonesia dan Korea Selatan. (Yonhap via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Kedutaan Besar Republik Korea (Korea Selatan) di Indonesia menggelar lomba menulis nasional bagi mahasiswa program sarjana dan pascasarjana Indonesia, baik yang menempuh pendidikan di dalam negeri maupun di Korea Selatan.

Lomba tersebut diselenggarakan bekerja sama dengan Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) dan Friends of Korea, serta didukung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul.

Kompetisi ini menjadi bagian dari peringatan peningkatan status hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan, dari Kemitraan Strategis Khusus menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus (Special Comprehensive Strategic Partnership/SCSP).

Peningkatan status kemitraan tersebut disepakati dalam kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan pada 31 Maret–1 April 2026.

Mengusung tema "Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus Indonesia–Korea: Memperluas Kolaborasi, Membangun Masa Depan Bersama", kompetisi ini membuka pendaftaran pada 13 Oktober hingga 27 November 2026.

Melalui ajang ini, Kedubes Korea Selatan berharap gagasan generasi muda mengenai masa depan hubungan kedua negara dapat berkembang menjadi diskusi yang lebih mendalam tentang kerja sama bilateral.

Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis tentang Hubungan Bilateral

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., menyambut baik penyelenggaraan kompetisi tersebut. Menurutnya, lomba menulis dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk turut memikirkan arah hubungan Indonesia dan Korea Selatan.

"Mahasiswa perlu memperoleh kesempatan untuk memahami isu bilateral, menilai peluang dan tantangannya, kemudian menyampaikan gagasan berdasarkan pengetahuan dan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan," ungkap Didi.

Ia berharap para peserta mampu menghasilkan tulisan yang orisinal, berbasis data, serta memiliki kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, tulisan yang kuat tidak hanya mampu mengidentifikasi persoalan secara jelas, tetapi juga menjelaskan pentingnya persoalan tersebut bagi kedua negara dan menawarkan langkah penyelesaian yang masuk akal.

Dari perspektif pendidikan, Didi menilai kompetisi ini dapat mengasah kemampuan literasi, berpikir kritis, sekaligus meningkatkan kepekaan mahasiswa terhadap persoalan internasional.

Tingginya ketertarikan generasi muda terhadap Korea Selatan juga dapat menjadi pintu masuk untuk memahami berbagai aspek kehidupan negara tersebut secara lebih luas, mulai dari pendidikan, ekonomi, teknologi, hingga kebudayaan.

"Saya melihat keterlibatan Friends of Korea sebagai peluang untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam hubungan Indonesia–Korea Selatan. Hubungan antarmasyarakat tumbuh melalui perjumpaan, dialog, dan pengalaman bekerja bersama. Komunitas dapat membantu menghadirkan ruang tersebut secara lebih dekat dengan kehidupan generasi muda," tuturnya.

Didi juga menekankan pentingnya membangun pemahaman yang bersifat timbal balik antara masyarakat kedua negara. Menurutnya, ketertarikan terhadap Korea Selatan perlu diimbangi dengan kesempatan bagi masyarakat Korea Selatanuntuk mengenal Indonesia secara lebih mendalam.

"Pada saat yang sama, masyarakat Korea juga perlu memperoleh kesempatan untuk mengenal Indonesia dalam keragaman bahasa, budaya, dan pemikirannya. Pemahaman yang timbal balik akan memperkuat rasa saling menghormati," jelasnya.

Buka Ruang bagi Gagasan Baru Generasi Muda

Kedua pemimpin negara tersebut akan membahas kerja sama strategis, terutama di bidang Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan, energi (PLTN), pertahanan, dan investasi. Tampak dalam foto, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto (kiri) bersama Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung bersalaman untuk foto bersama saat pertemuan mereka di kantor kepresidenan di Seoul pada 1 April 2026. (YONHAP/AFP)

Sementara itu, CEO dan Co-founder ISDS Edna Caroline berharap kompetisi ini mendapat sambutan luas dari mahasiswa Indonesia, baik yang menempuh pendidikan di dalam negeri maupun di Korea Selatan.

Ia mengajak generasi muda dari berbagai disiplin ilmu untuk menyampaikan gagasan kreatif, kritis, dan konstruktif dalam melihat peluang penguatan hubungan bilateral kedua negara.

"Melalui kompetisi ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya melihat hubungan Indonesia–Korea dari perspektif kerja sama yang telah terjalin, tetapi juga mampu menawarkan ide-ide baru untuk memperluas kolaborasi di masa depan. Kami mengundang mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu untuk berpartisipasi dan menyampaikan pemikiran terbaik mereka," ujar Edna.

Bagi mahasiswa yang berminat mengikuti kompetisi, panduan lomba dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi ISDS di https://www.isds.co.id/lomba-menulis-isds-2026/.

Informasi lebih lanjut juga tersedia melalui akun Instagram Kedubes Korea Selatan di Indonesia @koremb.idn, ISDS @isds.indonesia, serta KBRI Seoul @indonesiainseoul.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya