Liputan6.com, Jakarta - Lima mata elang (matel) atau debt collector di Kota Depok tidak berkutik, saat polisi memergoki aksi mereka mengambil kendaraan milik kreditur yang dianggap sudah menunggak pembayaran. Satu orang berusaha kabur dengan beralasan masuk kerja.
"Saat melintas di Jalan Kartini, kami melihat sekelompok matel yang sedang melakukan aktivitas," ujar Katim 2 Jaguar Presisi Polres Metro Depok Ipda I Ketut Suwinta saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (28/10/2026).
Advertisement
Tim Jaguar awalnya melihat gelagat mencurigakan dari kawanan matel. Kemudian mendatangi. Sampai di lokasi, kawanan matel sedang berusaha mengambil kendaraan milik debitur yang menunggak.
"Kita periksa dan ditemukan matel sedang menarik satu unit motor milik debitur," jelas Suwinta.
Debitur mengaku kawanan matel menghampirinya usai membeli makanan di warung nasi. Kreditur diminta untuk menyerahkan motornya yang menunggak dua bulan.
"Menurut debitur motornya baru dikatakan menunggak saat jatuh tempo pada 30 Oktober dan akan membayarnya, sedangkan pengakuan matel motornya sudah menunggak dua bulan," terang Suwinta.
Pada saat akan dilakukan pemeriksaan, terdapat satu matel yang mencoba melarikan diri dengan alasan ingin masuk kerja, karena sebagai karyawan. Tim Jaguar tidak terkecoh dengan alasan tersebut dan memeriksa para matel.
"Kita melarang adanya penarikan kendaraan di jalan. Hal itu dipertegas dengan Undang Undang Fidusia," ucap Suwinta.
Suwinta mengungkapkan, kawanan matel telah diberikan penjelasan dan melarang setiap tindakan penarikan motor di jalan. Suwinta turut mendapati adanya aplikasi yang digunakan matel untuk melacak kendaraan yang menunggak pembayaran kredit.
"Mereka menggunakan aplikasi, pada aplikasi itu yang telat membayar langsung dimasukkan pada aplikasi, data tunggakannya terlihat jelas," ungkap Suwinta.
Polisi kemudian meminta kreditur pulang ke rumah dan segera melakukan pembayaran. Sementara para matel dibubarkan setelah diperiksa.
"Kegiatan matel kita bubarkan karena mengganggu dan membuat resah masyarakat yang melintas," tutur Suwinta.