Paul Scholes Minta Bruno Fernandes Pindah ke Arab Saudi usai Kritik Michael Carrick

Paul Scholes meminta Bruno Fernandes pergi ke Arab Saudi setelah mengkritik Michael Carrick. Nicky Butt menilai komentar itu mengancam warisannya di MU.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 28 Oktober 2026, 11:08 WIB
Ekspresi Bruno Fernandes di laga Manchester United vs Brentford di pekan ke-34 Liga Inggris 2025/2026 di Old Trafford, Selasa (28/04/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Liputan6.com, Jakarta - Paul Scholes melontarkan kritik tajam kepada Bruno Fernandes setelah kapten Manchester United itu mempertanyakan taktik Michael Carrick seusai kekalahan telak dari Como di Liga Champions. Scholes menilai komentar Fernandes tidak bisa dimaafkan dan meragukan kelayakan sang gelandang untuk kembali dipercaya sebagai kapten tim.

Kontroversi tersebut muncul setelah Manchester United kalah 1-4 dari Como pada pekan lalu. Fernandes mengkritik keputusan tim pelatih yang tidak menerapkan penjagaan satu lawan satu saat melakukan pressing, yang menurutnya membuat Como semakin percaya diri.

Carrick kemudian tidak memasukkan Fernandes dalam skuad untuk pertandingan melawan Bournemouth pada akhir pekan. Scholes menyampaikan kritiknya melalui podcast The Good, The Bad & The Football, sementara mantan pemain Manchester United lainnya, Nicky Butt, menilai pernyataan Fernandes dapat merusak warisannya di Old Trafford.

Situasi ini terjadi ketika Manchester United masih berjuang keluar dari periode sulit pada musim ini. Setan Merah menempati peringkat ke-16 klasemen Premier League, hanya unggul satu poin dari zona degradasi, menjelang lawatan ke markas Chelsea pada Sabtu mendatang.


Scholes Sebut Kritik Bruno Fernandes Tak Bisa Dimaafkan

Pemain Manchester United, Bruno Fernandes dalam laga lanjutan Liga Europa 2024/2025 melawan Lyon di Old Trafford, Manchester, Inggris, Jumat (18/04/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Jon Super)

Scholes menilai Fernandes telah melakukan kesalahan dengan menyampaikan kritik terhadap keputusan Carrick secara terbuka. Menurut mantan gelandang Manchester United itu, tindakan tersebut dapat merusak kepercayaan seorang manajer dan staf pelatih kepada pemain yang mengenakan ban kapten.

Scholes bahkan menyarankan Fernandes meninggalkan sepak bola Eropa dan melanjutkan karier di Arab Saudi. Ia mempertanyakan apakah gelandang berusia 32 tahun itu masih layak dipercaya untuk memimpin klub setelah pernyataannya seusai kekalahan dari Como.

"Apa yang dikatakan Bruno Fernandes pekan lalu, menurut saya, tidak bisa dimaafkan," kata Scholes.

"Bagaimana Bruno Fernandes bisa dipercaya menjadi kapten tim mana pun yang akan dibelanya nanti? Menurut saya, dia mungkin perlu meninggalkan sepak bola Eropa dan pergi saja ke Arab Saudi, menyingkir dari sini. Saya rasa tidak ada manajer atau anggota staf yang bisa memercayainya setelah itu," lanjutnya.

 


Butt Nilai Bruno Fernandes Pertaruhkan Warisannya

Bruno Fernandes dari Manchester United bereaksi selama pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Fulham di Manchester, Inggris, Minggu, 1 Februari 2026. (AP Photo/Dave Thompson)

Nicky Butt, rekan Scholes dalam podcast tersebut, turut menyoroti pernyataan Fernandes. Ia mengakui kontribusi sang gelandang selama membela Manchester United, tetapi menilai satu wawancara dapat mengubah pandangan terhadap warisan yang telah dibangun Fernandes di klub.

Lanjut Baca:

Butt menilai Fernandes selama ini menunjukkan komitmen besar dengan bersedia memikul tanggung jawab, memimpin tim, mencetak gol, dan menciptakan peluang. Karena itu, ia menyayangkan komentar terbaru sang kapten yang dianggap bertentangan dengan sikap tersebut. "Kami selalu memuji kemampuannya. Dalam 12 atau 13 tahun terakhir, dialah satu-satunya pemain yang mengatakan, 'Saya tahu arti bermain untuk klub sepak bola ini, saya cukup bagus untuk bermain sepak bola dan saya akan memikul tanggung jawab ini. Saya akan memimpin, mencetak gol, menciptakan peluang, saya tidak akan pergi. Saya akan bertahan dan terus berjuang.'" "Namun, dia menghancurkan semuanya hanya dalam satu wawancara. Bodoh," ujar Butt.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya