Pieter Huistra Sebut Alasan PSS Sleman Takluk dari Borneo FC

PSS Sleman kalah 1-2 dari Borneo FC di Maguwoharjo pada lanjutan BRI Super League 2026/2027.

oleh Ana DewiDiterbitkan 27 Oktober 2026, 23:44 WIB
Borneo FC Samarinda meraih kemenangan 2-1 menghadapi PSS Sleman pada pekan ketujuh Super League 2026/2027 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (27/10/2026) sore WIB. (Bola.com/Ana Dewi)

Liputan6.com, Sleman - PSS Sleman kalah 1-2 dari Borneo FC pada pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027. Laga berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (27/10/2026) sore WIB.

Tim tamu unggul lewat gol Rahmad Dandy Sonriza pada menit ke-38 dan Hugo Samir pada menit ke-75. PSS hanya membalas melalui Matheus Fornazari pada menit ke-86.

Sebelum turun minum, PSS kehilangan Stefan Askovski yang menerima kartu merah pada menit ke-43 akibat tekel. Pelatih PSS, Pieter Huistra, menyebut pertandingan awalnya berjalan seimbang hingga momen itu.

"Saya mengerti suporter sangat kecewa, para pemain kecewa, staf juga kecewa. Kalau Anda lihat pertandingan, saya pikir kedua tim kurang lebih seimbang," ujar Huistra seusai laga.

"Kami harus bertahan lebih baik dan setelah kartu merah, saya pikir keseluruhan dinamika pertandingan berubah. Di sisi lain, para pemain tidak menyerah," lanjutnya.


Apresiasi Upaya Tim

Borneo FC Samarinda meraih kemenangan 2-1 menghadapi PSS Sleman pada pekan ketujuh Super League 2026/2027 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (27/10/2026) sore WIB. (Bola.com/Ana Dewi)

Huistra mengapresiasi respons timnya saat tertinggal dan bermain dengan 10 orang. Ia menilai PSS berani mengambil risiko demi mengejar hasil, meski pada akhirnya gagal menyamakan kedudukan.

"Bahkan saat tertinggal 0-1 dan bermain dengan 10 orang, kami mencoba melawan. Kami mencoba mengambil risiko dan menciptakan beberapa peluang. Pada akhirnya, kami kalah 1-2," katanya.

"Sedikit kurang beruntung. Setidaknya kami bisa meraih satu poin. Tapi, kartu merah itu adalah hal besar dalam pertandingan," sambung pelatih asal Belanda tersebut.

Dari ruang ganti pemain, Riko Simanjuntak menyampaikan permohonan maaf atas kekalahan di kandang sendiri. Ia menegaskan komitmen tim untuk mengamankan poin penuh di Sleman.

"Saya mewakili pemain tentunya memohon maaf kepada semua suporter yang telah hadir, yang enggak hadir juga, atas hasil ini. Tentunya hasil malam ini bukanlah hasil yang kami inginkan," ucap Riko.

"Dari awal kami berkomitmen ingin selalu mengamankan tiga poin di setiap kandang. Tapi, inilah sepak bola dan di pertandingan semua lihat Borneo juga punya kualitas," imbuh dia.


Perubahan Situasi usai Kartu Merah

Riko menilai alur permainan berubah setelah PSS kehilangan satu pemain. Menurutnya, kedua tim saling menciptakan peluang, namun efek kartu merah terasa di lapangan.

"Kami dari awal sudah memberikan perlawanan dan beberapa menciptakan peluang dan Borneo juga demikian. Tapi inilah sepak bola, di saat ada kartu merah pasti ada perubahan," tutur Riko.

"Pelatih di locker room membuat perubahan tadi juga sudah ngomong yang membuat risiko, ternyata luar biasa juga teman-teman berjuang sangat-sangat berjuang. Enggak mudah bermain di 10 pemain melawan Borneo yang sudah berpengalaman."

"Tapi ya itulah sepak bola, hasil tidak memihak buat kami tetapi teman-teman sangat berjuang luar biasa sampai akhir selesai," tutup mantan pemain Persija Jakarta tersebut.

Hasil ini membuat PSS tertahan di peringkat ke-15 klasemen sementara dengan empat poin. Tambahan tiga angka mengangkat Borneo FC ke posisi ke-12 dengan sembilan poin.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya