Emiten BUMI Rogoh Rp 399,39 Miliar untuk Akuisisi Tambang di Australia

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melakukan diversifikasi dengan akuisisi saham tambang di Australia.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 27 Oktober 2026, 07:56 WIB
Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengambilalih saham perusahaan tambang di Australia yakni Mount Margaret Mining Pty Ltd pada 23 Oktober 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (27/10/2026), PT Bumi Resources Tbk melalui Bumi Resources Australia Pty Ltd, anak usaha Perseroan yang 100% saham dimiliki Perseroan telah melakukan transaksi akuisisi dua lembar saham yang merupakan seluruh saham yang telah diterbitkan oleh Mount Margaret, perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Australia. Nilai transaksi akuisisi itu mencapai US$ 22.008.708 atau Rp 399,39 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.150).

"Pelaksanaan transaksi merupakan langkah strategis yang sejalan dengan rencana transformasi Perseroan dan bagian dari program diversifikasi usaha Perseroan di luar sektor batu bara,” ujar Direktur PT Bumi Resources Tbk, R.A Sri Dharmayanti.

Seiring transaksi itu, secara tidak langsung melalui BRA merupakan pemegang 100% saham di Mount Margaret.

Ia menuturkan, transaksi akan memberikan dampak positif terhadap kegiatan usaha yang dijalankan oleh Perseroan serta memberikan nilai tambah bagi pemegang saham Perseroan.

Pada penutupan perdagangan saham Senin, 26 Oktober 2026, harga saham BUMI turun 2,14% ke posisi Rp 137 per saham. Harga saham BUMI berada di level tertinggi Rp 145 dan terendah Rp 137 per saham. Kapitalisasi pasar saham Rp 50,87 triliun.

Penjelasan Emiten BUMI Soal Isu Bakal Akuisisi Kideco

Seorang pria melihat ponselnya di depan layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (BAY ISMOYO/AFP)

Sebelumnya, manajemen PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memberikan penjelasan kepada bursa mengenai kabar akuisisi Kideco milik Indika Energy (indy).

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (13/10/2026), Direktur PT Bumi Resources Tbk R.A Sri Dharmayanti menuturkan, pemberitaan itu didasarkan pada narasumber yang tidak disebutkan identitasnya sehingga perseroan tidak dapat memverifikasi sumber maupun dasar informasi.

"Perseroan tidak dapat memberikan komentar atas rumor pasar, spekulasi maupun transaksi yang bersifat hipotesis, serta, setiap perkembangan korporasi yang material akan diungkapkan sesuai dengan peraturan dan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku,” ujar dia.

Sri mengatakan, perseroan dalam berbagai kesempatan telah menyampaikan arah strategis-nya, yakni diversifikasi usaha ke luar batu bara termal. Adapun aset yang disebutkan dalam pemberitaan merupakan aset batu bara termal.

“Apabila terdapat informasi atau fakta material, perseroan akan menyampaikan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” kata dia.

Ia juga mengatakan, tidak ada informasi atau kejadian penting yang material. “Sekiranya terdapat hal-hal lain yang sifatnya material, maka perseroan akan menyampaikan keterbukaan kepada bursa sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di pasar modal,” kata Sri.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya