Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah emiten mengumumkan pembelian kembali atau buyback saham. Lalu bagaimana dampaknya ke pasar saham?
Direktur PT Infovesta, Wawan Hendrayana menuturkan, aksi buyback positif untuk sentimen. Ia menuturkan, buyback adalah sinyal kalau harga saham sudah terlalu murah, apalagi datang serentak dari BCA, BRI, United Tractor (UNTR), Amman Mineral Internasional (AMMN), grup Barito hingga grup Indofood dengan total komitmen mendekati Rp 20 triliun.
Advertisement
“Ini membantu di tengah tekanan jual asing yang hampir Rp 90 triliun tahun ini. Tapi perlu realistis, nilainya hanya setara satu hari transaksi bursa dan realisasinya sering jauh di bawah rencana sehingga dapat membantu meredam penurunan, bukan membalik arah,” ujar Wawan saat dihubungi Liputan6.com, dikutip Selasa, (27/10/2026).
Wawan menuturkan, pemulihan pasar saham berkelanjutan tetap menunggu keputusan MSCI dan kembalinya dana asing.
Terkait dampak aksi buyback terhadap emiten, Wawan menuturkan, jangka pendek, ada tambahan permintaan sehingga harga cenderung tertahan meski efeknya tidak seragam. “INDF dan LSIP naik saat pengumuman, ICBP justru turun,” kata dia.
Sedangkan dalam jangka menengah, Wawan mengatakan, jumlah saham emiten yang beredar berkurang sehingga laba per saham naik dan valuasi terlihat lebih murah. Sedangkan sisi negatifnya, ia menuturkan, kas untuk buyback adalah kas yang tidak dipakai untuk dividen atau ekspansi.
Lalu apa yang harus diperhatikan investor ketika emiten akan melakukan buyback?
Perhatikan Realisasi Buyback Saham
Ia menuturkan, investor perlu membedakan pengumuman dengan realisasi. Sehingga pantau laporan realisasi di BEI. Kemudian, investor juga perlu melihat dananya, sehat bila dari kas berlebih. “Bandingkan nilai dengan kapitalisasi pasar dan transaksi harian, Amman misalnya hanya membeli 0,37% sahamnya sehingga efek ke harga terbatas,” ujar Wawan.
Selain itu, ia juga mengingatkan untuk mengecek apakah saham hasil buyback akan dijual kembali. “Dan buyback bukan jaminan harga tidak turun lagi,” tutur dia.
Wawan juga mengatakan agar investor memilih emiten dengan kas kuat. Di tengah aksi buyback sejumlah emiten, ia memilih saham bank, Indofood dan United Tractors. "Buyback yang berarti relatif terhadap transaksi harian, valuasi di bawah rata-rata historis, dan bisnis yang tidak bermasalah. Dengan saringan itu bank besar, Indofood dan United Tractors layak dicermati. Investor agresif bisa akumulasi,” kata dia.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.