Liputan6.com, Baghdad: Deputi Perdana Menteri Irak Barham Saleh mengutuk serangan beruntun yang dilakukan pejuang Irak terhadap enam gereja di Baghdad dan Mosul, Irak, Ahad silam. Menurut Saleh, serangan itu bertujuan memecah persatuan rakyat Negeri 1001 Malam dalam melawan terorisme. Saleh juga menegaskan tidak akan berhenti sampai dapat menangkap pelaku. Selain itu, Pemerintah Irak juga menyetujui rencana pemberian perlindungan dan keamanan bagi gereja dan permukiman warga Kristen di seluruh Irak. Demikian pernyataan Saleh di Baghdad, baru-baru ini.
Sebelumnya, Pemerintah Irak menuduh tokoh Al-Qaidah Abu Musab al Zarqawi sebagai otak dibalik ledakan bom mobil tersebut [baca: Enam Gereja di Irak Diguncang Bom]. Peristiwa ini menyebabkan sedikitnya 10 korban tewas dan lebih dari 40 orang cedera.(OZI/Yes)
Sebelumnya, Pemerintah Irak menuduh tokoh Al-Qaidah Abu Musab al Zarqawi sebagai otak dibalik ledakan bom mobil tersebut [baca: Enam Gereja di Irak Diguncang Bom]. Peristiwa ini menyebabkan sedikitnya 10 korban tewas dan lebih dari 40 orang cedera.(OZI/Yes)