Joane Win Matangkan Peran Auw Tjoei Lan, Riset hingga ke Cucu

Joane Win sebut jelang hari pementasan, seluruh tim memacu intensitas latihan, termasuk latihan dengan kostum utuh. Selengkapnya di sini.

oleh Matias PurwantoDiterbitkan 26 Oktober 2026, 17:53 WIB
Joane Win memerankan tokoh utama Auw Tjoei Lan © KapanLagi.com/Mathias Purwanto

Liputan6.com, Jakarta - Persiapan pementasan teater Njonja Ati Soetji produksi Regina Art yang didirikan oleh Joane Win kian matang. Lakon ini siap digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, pada 30 dan 31 Oktober 2026.

Pertunjukan ini mengangkat kisah Auw Tjoei Lan, perempuan keturunan Tionghoa yang gigih membela anak-anak dan kaum perempuan dari jerat perdagangan orang pada masa Hindia Belanda. Naskahnya ditulis Endah D. Jenura dan digarap di bawah arahan sutradara kawakan Wawan Sofwan.

Joane Win yang juga merupakan Produser Eksekutif Regina Art memerankan tokoh utama Auw Tjoei Lan. Menjelang hari pementasan, seluruh tim memacu intensitas latihan, termasuk latihan dengan kostum utuh yang menandai kesiapan mereka.

"Ini latihan ketiga, latihan terakhir di AD Studio. Setelah itu kita akan latihan di Ciputra Artpreneur," ujar Joane Win saat ditemui di sela latihan, Minggu (25/10).


Menyelami Keseharian dan Logat Sang Tokoh

Joane Win di persiapan pementasan teater Njonja Ati Soetji © KapanLagi.com/Mathias Purwanto

Memerankan Auw Tjoei Lan, yang akrab disapa Nyonya Lie Tjian Tjoen, bukan perkara mudah. Demi menyelami karakternya secara autentik, Joane dan tim produksi melakukan riset mendalam, termasuk menemui cucu sang tokoh yang tinggal di Bandung.

"Tantangan saya memerankan Nyonya Lie tentunya berusaha memahami bagaimana keseharian beliau ya, dari hasil riset kami bertemu dengan salah satu keluarga beliau, cucunya yang tinggal di Bandung, bagaimana keseharian Nyonya Lie berbicara, lalu memasukkan aksen Belanda tapi tidak perlu berbahasa Belanda," tutur Joane.

Aksen Belanda itu lahir dari masa muda Auw Tjoei Lan yang sempat dititipkan di lingkungan pendeta Belanda dan bersekolah di Negeri Kincir Angin. Meski sehari-hari berbahasa Indonesia, tuturnya tetap terdengar khas.


Cinta Kasih yang Berwujud Tindakan Nyata

Joane Win di persiapan pementasan teater Njonja Ati Soetji © KapanLagi.com/Mathias Purwanto

Bagi Joane, Njonja Ati Soetji bukan sekadar peristiwa seni, melainkan penyampaian amanat moral kemanusiaan. Keberanian Auw Tjoei Lan mendirikan rumah perlindungan yang kini dikenal sebagai Yayasan Hati Suci membuktikan bahwa welas asih sejati harus ditunjukkan lewat laku nyata.

"Nilai yang mau disampaikan, kalau khususnya dengan karakter saya Nyonya Lie, di sana Nyonya Lie tentunya mau menyampaikan bahwa cinta kasih itu harus berwujud tindakan nyata, begitu ya. Harus berani dalam tindakan nyata," ucapnya dengan nada sungguh-sungguh.

Pementasan ini juga membawa harapan agar generasi muda mengenal figur perempuan tangguh yang membaktikan hidupnya bagi kaum tertindas, tetapi namanya nyaris luput dari ingatan publik.

"Memperkenalkan bahwa ada seorang perempuan berdarah Indonesia-Tionghoa yang juga memberikan perjuangan dan segalanya untuk Indonesia, yang mungkin belum banyak generasi zaman sekarang mengenal beliau," ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya